Hubungan Amerika Serikat (AS) - China merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade - Photo: Istimewa

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Hubungan Amerika Serikat (AS) – China merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade. Menurut sekretaris negara, Mike Pompeo, AS dan sekutunya harus menggunakan “cara yang lebih kreatif dan tegas” untuk menekan Partai Komunis Tiongkok guna mengubah perilakunya dan menyebutnya “misi zaman kita”.

Sementara itu, Kongres AS masih membahas tentang kesepakatan stimulus yang diusulkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Diskusi yang dimulai awal minggu ini belum membuahkan hasil.

Selain itu, data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran masih tinggi dengan klaim pengangguran meningkat minggu lalu. Ini adalah kenaikan pertama dalam klaim tunjangan pengangguran dalam hampir empat bulan.

Di Asia, sentimen resesi Korea Selatan diperkirakan akan berdampak pada semua mata uang Asia, termasuk Rupiah. Selain itu, kekhawatiran Bank Indonesia tentang kontraksi dan resesi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan ketiga diperkirakan akan memperburuk pergerakan instrumen utama.

Sementara, sentimen terkait permintaan vaksin untuk Indonesia dari Cina dan Inggris telah mendorong optimisme tentang pemulihan dan kepastian ekonomi. Sebaliknya, beberapa pengamat menilai bahwa sentimen resesi dan perkembangan kasus positif COVID-19 menjadi sentimen untuk menggerakkan pasar pada hari Jumat.

Di Indonesia, pejabat kementerian keuangan akan menggelar konperensi pers terkait kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Sementara menteri senior, Luhut B. Panjaitan, akan memimpin pertemuan terkait izin usaha untuk budidaya udang dan investasi di sektor impor minyak dan gas.

Kemarin, Rupiah menguat 0,48 persen menjadi Rp14.580 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,68 persen ke level 5.145,01 dari hari sebelumnya. Analis mengatakan bahwa Dolar AS semakin tidak dilirik oleh investor sebagai aset investasi yang aman karena jumlah kasus positif COVID-19 di negeri tersebut terus tumbuh.

Jumlah kasus positif baru di dunia hingga 22 Juli adalah 280.157 orang dan total 15,6 juta tercatat. Penambahan kasus positif tertinggi masih dipimpin oleh AS, yang menambahkan 71.967 kasus baru dan meningkatkan kekhawatiran pasar di beberapa negara memperpanjang pembatasan pada aktivitas bisnis sehingga proses pemulihan ekonomi akan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Dengan berbagai indikator ini, IHSG diperkirakan akan bergerak antara 5.030 – 5.200 dan Rupiah di kisaran 14.520 – 14.620 melawan Greenback. Saham yang dapat dipantau hari ini adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (IDX: JPFA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI), PT Vale Indonesia (IDX: INCO), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI) .

Kemudian, PT Kalbe Farma Tbk (IDX: KLBF), PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Kimia Farma Tbk (IDX: KAEF), PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR), PT PP Tbk (IDX: PTPP: PTPP ), PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF), dan PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM).

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia