Bank Indonesia akan membeli Surat Berharga Negara (SBN) melalui skema private placement senilai Rp397.56 trillion sebagai bagian dari pembagian beban mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian. Obligasi tersebut bertenor 5 - 8 tahun - Photo oleh TheInsiderStories

JAKARTA (TheInsiderStories) – Bank Indonesia akan membeli Surat Berharga Negara (SBN) melalui skema private placement senilai Rp397.56 trillion sebagai bagian dari pembagian beban mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian. Obligasi tersebut bertenor 5 – 8 tahun. Pemerintah juga tengah bernegosiasi untuk mengkoversi hutang dalam mata uang Dolar AS ke Euro dan Yen.

“Bulan Juli ini kita berharap sudah ada penerbitan untuk kepentingan burden sharing terkait public goods,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Affirman, dalam keterangan virtual hari ini (24/7).

Skema ini, tambahnya, telah disepakati melalui Surat Keputusan Bersama antara kedua institusi tersebut. Untuk semester kedua (H2) 2020, paparnya, pemerintah Indonesia masih membutuhkan pendanaan eksternal senilai Rp904 triliun dari total pembiayaan defisit sepanjang 2020 sebesar Rp1.039 triliun atau 6,34 persen dari total produk domesti bruto (PDB).

Hingga H1 2020, kementerian telah menerbitkan total SUN Rp430 triliun dalam denominasi rupiah dan valuta asing. Pemerintah telah menerbitkan obligasi global senilai AS$9.9 miliar (Rp143,55 triliun) dari penerbitan obligasi global di Januari dan April serta global SUKUK di bulan Mei.

“(Pendanaan di H2) akan kita akan penuhi melalui penerbitan SBN retail R40 triliun, sudah menerbitkan Samurai bond JPY100 miliar, lalu lelang dua mingguan rata-rata Rp40 trillion, dan sisanya melalui lelang biasa,” jelas Lucky.

Selain melalui penerbitan SBN, ungkapnya, pemerintah juga membiayai defisit APBN 2020 melalui pinjaman program $1.8 miliar dan pinjaman proyek Rp1.8 trilun. Pihaknya juga telah melakukan konversi obligasi berbunga tinggi senilai $3.8 miliar.

“Karena Euro dan Yen lagi murah kita telah mengkonversi sebagian utang US Dollar ke dua mata uang tersebut senilai $3.8 miliar.Saat ini di pipeline masih ada $7.3 miliar,” tuturnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 72/2020, pemerintah menetapkan defisit APBN 6.34 persen dari total PDB dari semula ditargetkan 5.07 persen dari PDB. Untuk mendanai defisit ini pemerintah akan menggunakan dana pemerintah, menerbitkan obligasi domestik dan valas serta mengizinkan BI membeli SBN di pasar perdana.

Indonesia mencatat defisit anggaran sebesar Rp257,8 triliun pada semester pertama tahun ini karena berupaya mengelontorkan stimulus untuk meredam ekonomi yang terpukul oleh virus korona. Di periode yang sama, defisit tercatat 1,57 persen dari PDB. Pemerintah sedang berupaya untuk mempercepat pencairan paket stimulus senilai Rp695,2 triliun untuk meningkatkan ekonomi yang sedang “dingin” dan memperkuat sistem kesehatan melawan pandemi.

Kementerian melaporkan, pengeluaran negara tercatat Rp1,06 kuadriliun atau meningkat 3,3 persen dibandingkan H1 tahun lalu dan setara dengan 39 persen dari target tahun ini. Sementara, pendapatan negara hanya Rp811,2 triliun atau drop 9,8 persen karena penurunan pendapatan pajak akibat pandemi.

US$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com