Manajemen PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP) mengumumkan harga wajar 100 persen ekuitas dari Pinehill Co. Ltd., (PCL), perusahaan terafiliasi yang akan diakuisisinya senilai AS$2.86 miliar (Rp41.47 triliun) - Photo by the Company

JAKARTA (TheInsiderStories) – Manajemen PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP) mengumumkan harga wajar 100 persen ekuitas dari Pinehill Co. Ltd., (PCL), perusahaan terafiliasi yang akan diakuisisinya senilai AS$2.86 miliar (Rp41.47 triliun). Nilai ini lebih rendah dari yang ditawarkan Pinehill Corpora dan Steel Lake sebesar $2,99 miliar.

“Dengan mempertimbangkan informasi yang relevan dan kondisi pasar yang berlaku, kami berpendapat bahwa nilai pasar wajar atas 100 persen ekuitas PCL per tanggal 31 Desember 2019 adalah $2.86 miliar,” tulis manajemen perusahaan dalam keterangan resminya hari ini.

Rencananya, Indofood CBP akan kembali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Senin, 3 Agustus 2020, untuk meminta restu rencana akuisisi tersebut. Baru-baru ini perseroan telah menunda rapat pemegang saham karena belum mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk persertujuan akuisisi ini, perusahaan telah mengantongi izin dari perusahaan induk di Hong Kong, First Pacific Co. Ltd. Dilaporkan, produsen makanan ini akan membeli saham Pinehill sebanyak 70.83 juta lembar atau setara 51 persen dari total saham yang telah diterbitkan dan ditempatkan penuh. Lalu, saham milik Steele Lake sebanyak 68.05 juta lembar atau 49 persen dari total saham yang telah diterbitkan oleh anak usahanya itu.

Tahun lalu, perseroan mendapat dana dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF) senilai Rp1,5 triliun untuk mengembangkan bisnis. Per 31 Maret 2020, perusahaan memiliki total aset Rp42,1 triliun, total liabilitas Rp13,32 triliun, dan kas Rp8,87 triliun.

Pada tahun 2019, unit dari Grup Salim ini membukukan laba bersih Rp4,17 triliun atau hampir stagnan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,16 triliun. Margin laba bersih perusahaan juga turun dari 5,93 persen pada 2017 menjadi 5,7 persen.

Indofood CBP terlibat dalam beragam kategori bisnis, termasuk mie, susu, makanan ringan, bumbu makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman. Produser mengoperasikan bisnis pengemasan, menghasilkan pengemasan yang fleksibel dan bergelombang untuk mendukung bisnis utama kami. Operasi bisnisnya didukung oleh lebih dari 50 pabrik yang berlokasi di area-area utama di seluruh Indonesia.

Sementara, Pinehill memiliki 12 fasilitas produksi mi instan di delapan negara dengan total populasi 550 juta penduduk dan memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus mi instan. Pasar utama mereka adalah Arab Saudi, Nigeria, Mesir, Turki, Serbia, Ghana, Maroko dan Kenya.

Menurut Indofood CBP, transaksi ini adalah transaksi afiliasi lantaran komisaris utama First Pacific, Anthoni Salim, memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar 49 persen saham Pinehill Corpora.

AS$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com