Dua perusahaan konsumer milik Grup Salim yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP) menebar dividen senilai total Rp4.62 triliun - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Dua perusahaan konsumer milik Grup Salim yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP) menebar dividen senilai total Rp4.62 triliun. Keputusan tersebut disetujui oleh pemegang saham pada rapat pemegang saham tahunan pada 15 Juli.

Direktur Utama dan CEO perseroan, Anthoni Salim mengatakan pemegang saham Indofood menyepakati pembagian dividen sebesar Rp2,44 triliun untuk laba bersih perseroan tahun 2019 atau Rp278 per saham. Besaran dividen tersebut setara 50 persent dari laba bersih perseroan pada tahun 2019 sebesar Rp4,91 triliun.

Tahun lalu, laba usaha Indofood tumbuh 8 persent menjadi Rp9,83 triliun dari tahun 2018 Rp 9,14 triliun. Sementara laba bersih meningkat sebesar 18 pesent menjadi Rp 4,91 triliun dari tahun 2018 sebesar Rp4,17 triliun.

Kenaikan laba bersih tahun lalu ditopang dengan pendapayan Indofood Sukses Makmur yang mencapai Rp76,59 triliun atau tumbuh 4 percent dibandingkan dengan pendapatan pada 2018 Rp73,39 triliun.

“Pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 278 per saham dan akan dibayarkan pada 14 Agustus 2020,” kata Anthoni dalam keterangan resminya kemarin.

Dalam kesempatan yang sama,anak usaha Infofood yang memproduksi mie instant, ICBP juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp215 per saham atau 43,22 percent dari laba bersih perseroan pada tahun lalu sebesar Rp5,04 triliun.

Tahun 2019, laba bersih Indofood CBP naik 10 persen ke posisi Rp5,04 triliun dari tahun sebelumnya yakni Rp4,58 triliun. Penopang laba bersih ini seiring dengan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 10 persen menjadi Rp42,30 triliun tahun lalu dari tahun sebelumnya Rp38,41 triliun.

Kenaikan laba bersih ini mendorong margin laba bersih relatif stabil di kisaran 11,9 persen, laba inti atau core profit meningkat 22 persen menjadi Rp5,16 triliun dari Rp4,22 triliun.  Anthony melanjutkan perseroan akan mempertahankan momentum pertumbuhan dengan menangkap berbagai peluang ke depannya bagi Indofood CBP.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen ICBP juga mengumumumkan penundaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa  yang awalnya akan dilaksanakan kemarin. Penundaan tersebut berkaitan dengan perseroan yang masih disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk mengumumkan perubahan atau tambahan informasi kepada pemegang saham terkait rencana transaksi akuisisi seluruh saham Pinehill Company Limited.

Produsen makanan ini memang dalam proses mengakuisisi penuh saham Pinehill yang dimiliki oleh Pinehill Corpora senilai AS$2,99 miliar atau setara Rp20.99 triliun dengan asumsi kurs Rp14,300 per Dolar AS.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com