Sejumlah proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (EBT) milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (IDX: KEEN) akan beroperasi tahun ini - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Proyek pembangkit listrik berbasis air (PTA) milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (IDX: KEEN) akan beroperasi tahun ini. Pembangkit baru ini diperkirakan akan memberikan kontribusi kenaikan kapasitas produksi dari 18 megawatt (MW) menjadi 39 MW pada saat beroperasi.

Dengan beroperasinya proyek PLTA Air Putih ni, perseroan optimistis bisa meraih pendapatan senilai AS$31 juta (Rp449.5 miliar) pada tahun ini, naik 35 persen dari pencapaian pendapatan tahun 2018 sebesar $23,7 juta. Laba bersih juga diproyeksikan tumbuh 164 persen menjadi $9,6 juta di tahun ini.

Menurut Wakil Direktur Utama Kencana Energi, Wilson Maknawi, dalam paparan publik virtual di Jakarta, Rabu (29/7), perseroan juga memiliki pendapatan berulang jangka panjang berdasarkan kontrak perjanjian jual beli listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak perusahaannya dengan jangka waktu 20 – 30 tahun.

Tahun ini, pihaknya menganggarkan belanja modal $30 juta untuk proyek lainnya. Direktur Keuangan perusahaan, Lestari Giat Widjaja, menambahkan dengan beroperasinya PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW ditambah dengan pembangkit listrik berbasis tenaga matahari Madong dengan daya 10 MW yang sedang dalam proses konstruksi, maka total kapasitas perseroan akan menjadi 49 MW pada tahun ini.

Kencana Energi juga memiliki proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di Sumatera dan Sulawesi Selatan. Seluruh fasilitas ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi 205 MW yang akan dibangun anak usahanya, PT Bangun Tirta Lestari dan PT Nagata Dinamika Hidro Madong. Kenaikan kapasitas produksi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi pertumbuhan pendapatan sebesar 36 persen.

Menurut data Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energu dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dari kapasitas terpasang listrik nasional sebesar 70,9 gigawatt, sampai dengan Mei 2020 tercatat 60,6 persen disuplai PLN. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyediaan energi listrik menjadi cukup menarik bagi kalangan bisnis.

Dari kapasitas terpasang nasional, listrik dari energi terbarukan sampai saat ini memberikan kontribusi sebesar 2.200 MW, jauh dibandingkan kapasitas terpasang nasional. Kementerian ESDM pun memproyeksikan hingga lima tahun mendatang biaya investasi peningkatan pembangkit EBT mencapai $36,95 miliar.

Saat ini, Kencana Energy telah mengoperasikan hydropower plant di Sumatera Utara yaitu PLTA Pakkat melalui Energi Sakti Sentosa dan hydropower plant di Bengkulu yaitu PLTA Air Putih melalui Bangun Tirta Lestari.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kemarin, disepakati pembagian dividen sebesar $0,02 cents per lembar atau senilai total $729.651. Nilai dividen itu setara dengan 20 persent dari laba bersih 2019.

US$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com