Dua perusahaan milik negara, PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) terkait kolaborasi layanan teknologi berbasis satelit - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Dua perusahaan milik negara, PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) terkait kolaborasi layanan teknologi berbasis satelit. Seperti diketahui, keduanya memiliki satelit yang diorbitkan masing-masing untuk melayani pelanggan di Indonesia.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, melalui nota kesepahaman keduanya saling sepakat untuk saling mendukung aktivitas operasional dan memberikan nilai tambah pada masing-masing perusahaan. Sementara, Direktur Utama BBRI Sunarso menambahkan, kerjasama dengan Telkom merupakan langkah strategis bagi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Secara umum nota kesepahaman antara Telkom dan BRI yang menjadi landasan untuk kerja sama, mencakup pemanfaatan yang saling menguntungkan baik secara sewa, atau model bisnis lainnya atas kapasitas satelit yang dimiliki dan dioperasikan oleh TelkomGroup. Tak menutup pula kemungkinan kerja sama lainnya.

Tahun lalu, bank milik negara ini telah bekerja sama dengan PT Satkomindo Mediyasa guna meluncurkan satelit BRIsat kedua. Satelit baru ini membutuhkan biaya sekitar Rp3 triliun. BRIsat diciptakan oleh Space System (Loral) dan diluncurkan di pusat peluncuran Arianespace pada 2016. Saat ini satelit digunakan oleh bank dan lembaga pemerintah.

Menurut direktur Bank Rakyat Indonesia, Indra Utoyo, dengan menyewakan satelit baru ke Satkomindo, perusahaan akan menghabiskan biaya lebih rendah daripada meluncurkan satelit baru oleh bank itu sendiri. Satelit baru diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2023.

Sementara, satelit Telkom 4 akan mulai beroperasi mulai 1 Agustus tahun ini. Dengan adanya satelit baru ini maka layanan yang selama ini dilakukan lewat Satelit Palapa D akan dihentikan penggunaannya per tanggal 31 Juli 2020.

Satelit ini adalah generasi terbaru yang dioperasikan oleh PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai anak perusahaan TelkomGroup yang bergerak dalam bisnis satelit. Satelit ini diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2018 dan mulai beroperasi pada tanggal 17 September 2018 lalu.

Pada awal bulan Juli lalu, Telkomsat bersama induk perusahaannya telah meluncurkan aplikasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang bernama ‘Asap Digital’. Aplikasi ini memuat berbagai macam informasi terkini, seperti pantauan CCTV, kondisi udara, hotspot dan data prakiraan cuaca yang dapat dimanfaatkan untuk pencegahan karhutla.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com