President of United States (US), Donald Trump, is willing to sign a US$1.3 trillion aid bill from initial plans $1 trillion after talks on Capitol Hill fell apart without an agreement - Photo by the White House Office

JAKARTA (TheInsiderStories) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bekerjasama dengan China atau negara lain terkait pembuatan vaksin COVID-19, meskipun ada peningkatan ketegangan antara kedua negara tersebut. Kemarin, total kematian meningkat lebih dari 1.000 di AS, peningkatan terbesar dalam satu hari sejak awal Juni.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melaporkan, ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu membukukan defisit Rp257,8 triliun pada semester pertama tahun ini. Defisit ini setara dengan 1,57 persen dari total produk domestik bruto (PDB), defisit setengah tahunan tertinggi yang tercatat sejak paruh pertama 2016.

Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sekitar 6,34 persen dari PDB. Saat ini, pemerintah tengah berupaya mempercepat pencairan paket stimulus Rp695,2 triliun untuk mendorong ekonomi pendinginan dan memperkuat sistem perawatan kesehatan.

Kemarin, Indonesia dan Swiss sepakat untuk meningkatkan kerja sama penanggulangan bencana dengan menandatangani perjanjian antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kerjasama Pembangunan Swiss. Nota kesepahaman ini akan melengkapi berbagai kerja sama bilateral lainnya seperti Indonesia-EFTA, CEPA, perjanjian perdagangan bebas dan kerja sama bantuan hukum timbal balik di bidang kriminal.

Pada perdagangan Selasa, pasar keuangan global bergairah didukung oleh kesepakatan di antara para pemimpin Uni Eropa terkait dana pemulihan senilai EUR750 miliar (Rp12,672.55 triliun) untuk menopang perekonomian kawasan tersebut. Kesepakatan itu memungkinkan Komisi Eropa untuk meraih miliaran Euro di pasar modal atas nama 27 negara.

Pengutan ini juga mendapat dukungan dari harapan bahwa Senat AS akan segera menyetujui paket stimulus baru, karena bantuan pengangguran yang diperpanjang untuk jutaan orang Amerika akan berakhir akhir Juli. Trump menandatangani upaya untuk mencari tambahan $1 triliun (Rp14,300 triliun) dalam bentuk bantuan ekonomi untuk mengatasi virus.

Kemarin, Rupiah Indonesia menguat 0,30 persen ke level 14.741 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,26 persen menjadi 5.114,71 dibandingkan hari sebelumnya. Para analis menjelaskan, kabar baik dari keberhasilan uji coba vaksin menjadi sentimen positif bagi pasar.

Selain itu, ada juga informasi mengenai transisi investasi Blackrock ke beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia. Berita baik lainnya datang dari Pfizer dan BioNTech seputar vaksin anti-korona.

Kandidat vaksin lain dari Universitas Oxford dan AstraZeneca juga menunjukkan respons imun positif dalam uji coba awal. Virus berbahaya yang memicu COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 14,7 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 609.000 di antaranya.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan membaik setelah data manufaktur Indonesia pada bulan Juni mengungguli ekspektasi analis. Indonesia juga telah bekerja sama dengan China untuk mengembangkan penangkal virus. Pada saat yang sama Bank Indonesia sedikit lebih tenang setelah data ekonomi global yang positif.

Berdasarkan berbagai data tersbut, mata uang lokal bergerak antara 14.700 – 14.800 versus Greenback dan indeks saham sekitar 5.062 dan 5.150. Saham yang dapat diamati untuk hari ini adalah PT AKR Corporindo Tbk (IDX: AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (IDX: ANTM), PT Astra International Tbk (IDX: ASII), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) .

Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BEI: BMRI), PT Alam Sutera Realty Tbk (BEI: ASRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (BEI: CPIN), PT XL Axiata Tbk (BEI: EXCL)), PT Jasa Marga Tbk ( IDX: JSMR), PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA), dan Waskita Beton Precast Tbk (IDX: WSBP).

EUR1: Rp16,896.74

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia