Presiden Joko Widodo secara resmi telah membubarkan 18 komite dan badan melalui Peraturan Presiden Nomor 18/2020 pada Senin (20/7) - Photo oleh Biro Pers Istana

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Presiden Joko Widodo secara resmi telah membubarkan 18 komite dan badan melalui Peraturan Presiden Nomor 18/2020 pada Senin (20/7). Pada saat yang sama ia juga membentuk komite untuk menjalankan penanganan COVID-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

pada hari yang sama, pemimpin tertinggi Jemaah Islamiah, Para Wijayanto, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh pengadilan Indonesia karena menghasut orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Dia berperan penting dalam merekrut, melatih, dan mengumpulkan dana untuk militan Indonesia yang pergi ke Suriah antara 2012 dan 2018 guna melawan pihak yang menentang rezim Presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, sejumlah serikat buruh di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sedang mempersiapkan untuk melakukan protes simultan terhadap omnibus law dan pemutusan hubungan kerja massal di 20 provinsi pada awal Agustus 2020.

Hari ini, kepala negara memiliki agenda untuk memimpin pertemuan terbatas tentang masalah tuberkulosis. Kemudian, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, memiliki jadwal meresmikan operasionlisasi pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel di Cilacap, Jawa Tengah.

Agenda lainnya adalah pertemuan koordinasi komite baru terkait penanganan COVID-19 dan PEN serta pertemuan terbatas di sektor perbankan dan keuangan dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Lalu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memiliki agenda untuk menyaksikan peletakan batu pertama PT Meiloon Technology Indonesia, salah satu perusahaan asing yang telah merelokasi pabrik mereka ke Indonesia.

Kemarin, Rupiah melemah 0,56 persen ke posisi Rp14.785 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,56 persen menuju 5.051,11 dibandingkan kemarin. Menurut analis, peningkatan kasus positif di Indonesia telah menjadi beban bagi pemerintah.

Ada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi akan mandek lagi. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua akan segera dirilis dan kemungkinan akan kontraksi. Resesi di Singapura juga menjadi “hantu” bagi pemerintah karena dianggap sebagai salah satu investor terbesar negara itu.

Selain itu, pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan masa transisi hingga 30 Juli. Bahkan, kata mereka, jika pada bulan Agustus pandemi terus meningkat, sangat mungkin periode transisi akan dilanjutkan. Keterbatasan aktivitas akan menambah kesuraman ekonomi domestik, ujar para analis.

Menurut mereka, sangat wajar bahwa Rupiah akan melemah ke Rp15.000 per Dolar Amerika bulan ini, bahkan pada bulan Agustus akan menuju Rp16.000 per Dolar AS. Bank Indonesia telah melakukan segala upaya untuk menstabilkan mata uang lokal dari menurunkan suku bunga, mencurahkan stimulus dan bahkan campur tangan dalam pasar uang dan obligasi melalui perdagangan Non-Forward Forward Domestik.

Tetapi apa yang telah dilakukan oleh bank sentral tersebut belum membuahkan hasil karena hembusan angin dari luar begitu cepat. Hari ini Rupiah diperkirakan bergerak antara 14.750 – 14.850 per Dolar AS dan IHSG antara 4.950 – 5.000.

Saham yang dapat dipertimbangkan hari ini adalah PT Astra Agro Lestari (IDX: AALI), PT Indofood CBP Sukses Makmur (IDX: ICBP), PT Indofood Sukses Makmur (IDX: INDF), PT XL Axiata Tbk (IDX: EXCL), PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Kimia Farma Tbk (IDX: KAEF), PT London Sumatra Indonesia (IDX: LSIP), PT PP Tbk (IDX: PTPP), PT Surya Citra Semeta Tbk (IDX: SCMA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BEI: BBTN).

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia