Badan Pusat Statistik memiliki agenda untuk merilis posisi neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni - Photo: Privacy

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Hari ini, Badan Pusat Statistik memiliki agenda untuk merilis posisi neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni. Mei lalu, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggar ini membukukan surplus AS$2,09 miliar diseebabkan nilai impor yang rendah selama pandemi.

Pagi ini, Presiden Joko Widodo akan memberikan arahan kepada gubernur bagaimana mencairkan belanja daerah dan menurunkan biaya penyebaran COVID-19 ke negara tersebut. Dia juga diagendakan melakukan pertemuan terbatas dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Tidak ada detail lebih lanjut apa yang akan dibahas dalam agenda tersebut. Hartarto juga akan mengambil bagian dalam Kelompok Aksi Regional Forum Ekonomi Dunia untuk Pertemuan Asia-Pasifik siang ini.

Pada hari yang sama, menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati, akan menghadiri rapat kerja dengan komite anggaran untuk membahas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga semester I 2020 dan prognosis pada semester kedua tahun ini.

Sementara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesiamelaporkan, volume penjualan kendaraan roda empat atau lebih kendaraan selama Januari-Juni 2020 jauh di bawah pencapaian periode yang sama tahun lalu. Namun, penjualan bulanan, terutama pada bulan Juni, mulai meningkat secara signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Di Asia, sentimen kepercayaan konsumen Australia menurun seiring dengan penerapan penguncian di Melbourne untuk menahan gelombang kedua kasus COVID-19. Survei yang dilakukan oleh Westpac Banking Corp, menunjukkan indeks sentimen turun 6,1 persen menjadi 87,9 pada Juli, setelah mampu pulih selama dua bulan.

Secara global, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa pandemi ini kemungkinan akan membuat dunia mundur “bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun” dalam hal kemajuan ekonomi. Sementara, langkah Washington melabeli sebagian besar klaim Beijing di Laut Cina Selatan sebagai pelanggaran hukum internasional mungkin akan sia-sia.

Tiongkok telah berulang kali menolak untuk mengakui keputusan Pengadilan Arbitrase PBB 2016 untuk membatalkan klaim teritorial Tiongkok atas Laut Cina Selatan.

Kemarin, Rupiah ditutup turun 0,17 persen ke level 14.450 terhadap Dollar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan naik 14,67 poin menjadi 5.079 dibandingkan hari sebelumnya. Hari ini, indeks saham diperkirakan akan bergerak antara 5.050 – 5.135 dan mata uang lokal di kisaran 14.400 – 14.500 versus Dolar AS.

Saham yang dapat diperiksa untuk hari ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF), PT Intiland Development Tbk (IDX: DILD), PT AKR Corporindo Tbk (IDX: AKRA), PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (IDX: CPIN), PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP), PT London Sumatera Plantation Tbk (IDX: LSIP), PT Pakuwon Jati Tbk (IDX: PWON), dan PT Semen Indonesia Tbk (IDX: SMGR).

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Wawasan Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia