in a video release by his office, Indonesian President Joko Widodo warned to reshuffle his ministers or even disband government agencies if not fit with the "crisis term" during the COVID-19 outbreak - Photo by President Office

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Presiden Indonesia Joko Widodo menganggap pembubaran 18 lembaga pemerintah sebagai bagian dari efisiensi. Tidak ada perincian lebih lanjut tentang nama-nama lembaga tetapi dia mengatakan keputusan akan segera diambil.

Pada 13 Juli, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 44 Tahun 2020 tentang uji tambahan untuk kendaraan listrik. Sementara, Kementerian Keuangan akan menjalankan lelang obligasi negara hari ini, yang diharapkan dapat mendorong aliran modal asing ke negara itu.

Untuk mitigasi COVID-19, Jokowi ingin meningkatkan pengujian test hingga 50 persen menjadi 30.000 setiap hari setalh virus itu menginfeksi lebih dari 75.000 di negara tersebut. Presiden menginstruksikan para menterinya untuk meningkatkan kapasitas pengujian nasional dari target sebelumnya 20.000 sehari dengan membuka lebih banyak laboratorium.

Pandemi ini telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dalam enam setengah bulan, dan kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tidak akan ada kembali ke “normal lama” untuk masa yang akan datang, terutama jika tindakan pencegahan diabaikan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump berencana untuk segera membatalkan perjanjian 2013 antara Amerika Serikat (AS) dan otoritas audit China, sebuah langkah yang dapat memberi pertanda tindakan keras yang lebih luas terhadap perusahaan-perusahaan Cina yang terdaftar di AS yang dikecam karena menghindari aturan pengungkapan Amerika.

Negara itu juga menolak klaim sengketa China atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut Cina Selatan, sebuah langkah yang selanjutnya dapat memburuk hubungan yang penuh antara dua ekonomi terbesar dunia.

Selain itu, Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan langkah-langkah balasan terhadap China dalam menanggapi undang-undang keamanan baru Beijing di Hong Kong, tetapi langkah-langkah yang mungkin tidak akan berarti sanksi ekonomi. Blok itu mengecam keputusan parlemen China untuk mengeluarkan undang-undang keamanan nasional bagi bekas jajahan Inggris di Hong Kong meskipun ada protes internasional.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries mengumumkan pasar minyak semakin mendekati keseimbangan ketika permintaan meningkat secara bertahap, dua hari sebelum kelompok dan sekutu Rusia bertemu untuk memutuskan apakah akan mengurangi pembatasan produksi mulai Agustus.

Pada hari Senin, mata uang Rupiah naik 0,07 persen menjadi 14.425 per Dolar AS, dan Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 0,66 persen menjadi 5.064,45 dibandingkan minggu lalu. Para analis menilai penguatan kedua instrumen masih dibayangi oleh tingginya jumlah kasus baru COVID-19.

Dalam beberapa hari mendatang, kata mereka, pergerakan Rupiah dan IHSG akan terbatas karena kurangnya sentimen. Selain itu, investor menunggu keputusan moneter terbaru Bank Indonesia dan data neraca perdagangan.

Ekonom lain menilai bahwa data ekonomi relatif lebih baik dari ekspektasi dan memiliki kemungkinan untuk mendorong kepercayaan investor. Secara eksternal, laju peningkatan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan berdampak pada negara-negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

Selain itu, pandemi yang semakin mengkhawatirkan di AS akan cukup untuk memperburuk tingkat Dolar Amerika. Di bawah kondisi ini, mereka menghitung bahwa Rupiah akan bergerak di kisaran 14.335 – 14.485 per dolar AS dan IHSG antara 5.020 – 5.110.

Saham yang bisa diperhatikan hari ini adalah PT Astra International Tbk (IDX: ASII), PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF), PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR).

Semoga Anda mendapatkan Hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim Intelijen TIS. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia