Indonesia, Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan melaporkan rekor infeksi COVID-19 harian baru - Photo: Kantor BNPB

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Indonesia, Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan melaporkan rekor infeksi COVID-19 harian baru. Angka kasus di AS telah melampaui 50.000 orang per hari untuk pertama kalinya dan secara total hampir mencapai 2,7 juta kasus dan 128.000 meninggal

Satuan tugas penanganan corononavirus melaporkan ada tambahan 1.624 kasus positif di Indonesia dan menjadikan jumlah total kasus sebanyak 59.394. Menurut Johns Hopkins University, secara global, ada 10,7 juta kasus virus korona dan lebih dari 516.000 meninggal.

Terkait masalah Laut Cina Selatan, Departemen Pertahanan AS menyatakan keprihatinan tentang China mengadakan latihan militer di perairan yang disengketakan. Mulai 1 Juli, Cina mengumumkan telah menjadwalkan latihan lima hari di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh kedua negara dan Vietnam.

Cina mengklaim 90 persen dari yang potensi energi di perairan tersebut, tetapi Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim bagian-bagiannya, di mana sekitar $3 triliun perdagangan terjadi setiap tahun.

Selain itu, Jaksa Federal AS berusaha untuk menangkap empat kapal tanker yang berlayar ke Venezuela dengan bahan baku minyak yang dipasok oleh Iran. Pemerintahan Donald Trump telah meningkatkan tekanan pada pemilik kapal untuk mematuhi sanksi terhadap musuh-musuhnya seperti Iran, Venezuela dan Korea Utara.

Tidak ada agenda penting hari ini di Indonesia. Namun, investor masih fokus pada langkah selanjutnya yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo pada anggota kabinetnya.

Kemarin, Rupiah ditutup melemah 0,66 persen ke level 14.378 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 4.966,78 setelah naik 1,07 persen. Para analis menilai mata uang lokal telah melemah karena permintaan untuk dolar AS meningkat untuk keperluan pembayaran dividen.

Selain itu, kekhawatiran gelombang kedua pandemi COVID-19 juga terus memberikan tekanan pada Rupiah. Untuk hari ini, mereka memproyeksikan bahwa pergerakan keduanya akan dipengaruhi oleh hasil risalah pertemuan Cadangan Federal.

Para pengamat melihat bahwa bank sentral AS masih akan dovish. Dengan berbagai sentimen, mereka menilai Rupiah akan terus melemah di kisaran 14.300 hingga 14.425 atas Greenback dan IHSG antara 4.930 – 5.070.

Saham yang bisa diperhatikan hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (IDX: BMRI), PT Astra International Tbk (IDX: ASII), PT PP Tbk (IDX: PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (IDX: ADHI))

Kemudian, PT Barito Pacific Tbk (IDX: BRPT), PT Chandra Asri Pectrochemical Tbk (IDX: TPIA), PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR), PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (BEI: TKIM).

Semoga Anda mendapatkan Hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim Intelijen TIS, Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia