Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan ada "bukti yang muncul" dari penularan COVID-19 melalui udara - Photo oleh Financial Times

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan ada “bukti yang muncul” dari penularan COVID-19 melalui udara. Pejabat dari organisasi kesehatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah membahas dan berkolaborasi dengan banyak ilmuwan sebelum membuat pengumuman ini.

Kemarin, pemerintah Indonesia melaporkan peningkatan kasus baru tertinggi dalam satu hari, dimana sebanyak 1.853 terinfeksi, dan menjadikan total kasus 68.079. Sementara, jumlah total kematian tercatat 3.359 dan kembali pulih 31.585.

Di Asia, kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan akan menanggapi larangan bepergian Amerika Serikat (AS). Pada hari Senin, menteri luar negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, bahwa negaranya akan membatasi visa bagi para pejabat yang terbukti menghalangi perjalanan ke Tibet oleh para diplomat, jurnalis, dan turis negara dengan ekonomi terbesar itu.

Dari Inggris, pemerintah menyiapkan skema kupon untuk mendukung sektor perhotelan yang tengah berada dalam kesulitan. Biaya makanan akan diskon hingga 50 persen. Negara ini juga menetapkan skema baru GBP2 miliar (Rp36.17 triliun) untuk menciptakan ribuan penempatan kerja bagi kaum muda. Lalu, pemotongan pajak pertambahan nilai untuk makanan, akomodasi, dan atraksi dari 20 persen menjadi 5 persen selama enam bulan ke depan.

Di dalam negeri, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi food estate di Kalimantan Tengah sebagai dasar untuk ketahanan pangan bagi Indonesia. Sementara itu, menteri ekonomi senior, Airlangga Hartarto, memimpin rapat koordinasi tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati akan melakukan pertemuan dengan komite anggaran untuk menyelesaikan draft Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2021. Selain itu,

Pada hari Selasa, Rupiah melonjak 0,21 persen ke level Rp14.410 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,79 persen menjadi 5.076,17 dibandingkan hari sebelumnya. Analis mengatakan penguatan keduanya tidak terlepas dari sentimen positif pada peningkatan cadangan devisa.

Sekadar informasi, cadangan Indonesia telah meningkat dalam tiga bulan terakhir. Pada Juni 2020, cadangan devisa tercatat AS$131,7 miliar, naik dari posisi Mei senilai $130,5 miliar.

Mereka memproyeksikan bahwa Rupiah dapat menguat lagi hari ini jika data inflasi dan indeks harga produksi China lebih baik dari perkiraan pelaku pasar. Pelaku pasar juga saat ini merespons secara positif pembagian beban antara Bank Indonesia dan pemerintah.

Untuk hari ini, para pengamat melihat, mata uang lokal bergerak antara Rp14.375 – Rp14.550 melawan Dolar Amerika dan IHSG antara 5.000 – 5.100. Saham yang dapat dipertimbangkan hari ini adalah PTPP, SCMA, JSMR, PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI), PT PP Tbk (IDX: PTPP), dan PT Astra International Tbk ( IDX: ASII).

Kemudian, PT Surya Citra Media Tbk (IDX: SCMA), PT PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA), PT Pakuwon Jati Tbk (IDX: PWON), PT Aneka Tambang Tbk (IDX: ANTM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (IDX: PGAS), PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR), PT Jasa Marga Tbk (IDX: JSMR), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (IDX: TKIM).

GBP$1: Rp18,085.42

Semoga Anda mendapatkan Hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia