Pemerintah Indonesia membentuk Komite Kebijakan Pengendalian Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dikomandani oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - Photo by IMF

JAKARTA (TheInsiderStories) –  Pemerintah Indonesia membentuk Komite Kebijakan Pengendalian Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dikomandani oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Adapun ketua pelaksana dari komite ini dipegang oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

“Presiden telah menandatangani PP (Peraturan Presiden) terkait penanganan COVID-19 dan PEN. Bapak Presiden menugaskan Menko Perekonomian untuk mengkoordinir tim keijakan tersebut dan ketua pelaksana Menteri BUMN yang membawahi Satgas COVID-19 yang diketuai Doni Monardo dan PEN oleh Wakil MBUMN Budi Gunadi Sadikin,” ujar Airlangga dalam keterangan persnya hari ini usai rapat terbatas dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Istana Merdeka.

Ditambahkannya, tugas dari komite ini adalah melihat situasi perekonomian nasional, perkembangan COVID-19, penyediaan vaksin dan anti-body dan program pemulihan yang sifatnya multi years. Adapun tim ini beranggotakan seluruh menteri koordinator, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri BUMN.

Minggu lalu, Presiden Jokowi telah menginstruksikan para menterinya untuk menyoroti kasus positif di Indonesia yang telah meningkat secara signifikan. Ia meminta para menterinya untuk fokus pada pengujian, penelusuran, dan perawatan untuk mengurangi jumlah kasus.

Menurutnya, ada delapan provinsi yang harus meningkatkan tes mereka. Kepala negara juga menyebut tes melalui polymerase chain reaction (PCR) untuk ditingkatkan dengan menambah jumlah laboratorium di daerah serta mobil laboratorium PCR.

“Saya meminta ada prioritas pelaksanaan testing, tracing, dan treatment di beberapa provinsi seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Papua. Saya memerintahkan agar melakukan setidaknya 30.000 tes nasional per hari,” ujarnya.

Indonesia telah melewati satu minggu terberat lagi dalam wabah COVID-19 dengan 11.950 kasus yang dikonfirmasi dan 435 kematian, yang tertinggi dalam rata-rata mingguan. Kasus COVID-19 di negara itu sekarang berjumlah lebih dari 85.000. Rekor tertinggi terjadi Kamis (16/7) ketika kasus harian mencapai 2.000 untuk pertama kalinya di Indonesia.

Karena tingginya jumlah kasus, Doni sempat menyampaikan keinginannya untuk memengembalikan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sementara, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatahkan pemerintah berkeinginan meningkatkan kapasitas produksi PCR test kit menjadi 2 juta unit per bulan.

Saat ini, perusahaan farmasi milik negara PT Bio Farma hanya mampu memproduksi sekitar 50.000 test kit per minggu. Sementara jumlah yang diperiksa setiap harinya hanya 20.000 orang.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com