PT Lippo Karawaci Tbk (IDX: LPKR) menyiapkan dana Rp2.12 triliun untuk ekspansi yang didapat dari penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu tahun lalu - Photo oleh Perusahaan - Photo: Special

JAKARTA (TheInsiderStories) – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (IDX: LPKR) menyiapkan dana Rp2.12 triliun untuk ekspansi yang didapat dari penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu tahun lalu. Hal ini disampaikan CEO perseroan, John Riady, usai rapat pemegang saham di Tangerang hari ini.

“Sebagaimana dilaporkan, perusahaan berhasil menggalang dana Rp11,24 triliun pada rights issue di tahun 2019,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia hari Senin (20/7) sambil menambahkan pemegang saham menyetujui tidak akan membagikan dividen untuk tahun 2019.

Sebagian dari hasil rights issue itu telah dipakai untuk melunasi kewajiban perusahaan, termasuk bunga, biaya sewa, biaya lindung nilai, dan partisipasi pembelian ekuitas pada anak perusahaan. Hingga akhir tahun 2019, perusahaan telah menggunakan dana hasil penerbitan saham baru sebesar Rp9,12 triliun untuk pembayaran kembali obligasi pokok perusahaan, melunasi pinjaman bank Rp2,65 triliun, serta pembayaran kewajiban perusahaan termasuk bunga, sewa dan biaya lindung nilai sebesar Rp2,35 triliiun.

Untuk penyertaan modal pada anak perusahaan senilai Rp2,68 triliun, pendanaan proyek-proyek inti sebesar Rp678 miliar dan modal kerja Rp767 miliar. Dana ekspansi untuk anak perusahaan diberikan kepada PT Prima Aman Sarana, PT Satyagraha Dinamika Unggul, PT Bahtera Perkasa Makmur, dan PT Tribuana Jaya Raya untuk pembangunan Millenium Village, Kemang Office, Holland Village Jakarta, Monaco Bay, St Moritz Makassar dan penyelesaian kewajiban.

Lippo Karawaci adalah perusahaan real estate terintegrasi di Indonesia dengan total aset AS$3,8 miliar per 31 Maret 2020. Bisnis inti perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, mal dan layanan kesehatan. Perusahaan juga aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 40 kota, perusahaan adalah pengembang properti dengan 1.411 ha landbank melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk (IDX: LPCK) dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (IDX: GOWA), dengan kepemilkan saham 84,0 persen dan 62,7 persen. Anak usaha Lippo Group ini mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, perseroan juga memiliki 55,4 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 24 kota di seluruh Indonesia. Ditambah, unit di real estate investment trust (REIT) yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola $1,3 miliar di kuartal I 2020.

Ditulis oleh Staff Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com