Minggu ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal memiliki agenda merilis realisasi investasi pada kuartal kedua 2020 - Photo: Isitimewa

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Minggu ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal memiliki agenda merilis realisasi investasi pada kuartal kedua 2020. Pada kuartal pertama 2020, Indonesia membukukan investasi Rp210,7 triliun atau naik 8,0 persen dari tahun lalu dan 1,2 persen secara triwulanan dengan nilai Rp208,6 triliun.

Namun, realisasi investasi asing turun 9,2 persen menjadi Rp98,3 triliun dari tahun lalu dan triwulanan turun 7 persen. Sebaliknya, investasi domestik naik 19,3 persen menjadi Rp112,7 triliun secara tahunan dan kuartal ke kuartal melonjak 9,5 persen

Di pasar global, info terbaru terkait PMI Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang pada minggu mendatang akan diteliti dengan penuh semangat untuk tanda-tanda pemulihan lebih lanjut pada awal kuartal ketiga, meskipun pasar juga akan mengurai data survei untuk mengukur sejauh mana mundurnya langkah-langkah lockdown di beberapa negara mempengaruhi jalur pemulihan mereka.

Survei prospek bisnis global, yang disusun oleh IHS Markit, menunjukkan bahwa sentimen mengenai aktivitas bisnis di tahun mendatang turun, dengan laba ditetapkan untuk dipukul dan perekrutan dan investasi diproyeksikan akan mandek selama tahun mendatang.

Sementara survei PMI Juni mengisyaratkan kembalinya aktivitas bisnis global, menambah tanda-tanda pembalikan yang tajam sejak puncak COVID-19 pada bulan April, kondisi permintaan yang mendasarinya tetap lemah, dengan ekspor global masih bertindak sebagai hambatan utama pada ekonomi global.

Kondisi permintaan saat ini juga mencerminkan langkah-langkah stimulus darurat, dengan dukungan fiskal dan skema dukungan untuk menopang konsumsi dan retensi pekerjaan.

Di AS, dengan PMI telah menunjukkan tanda-tanda aktivitas bisnis yang mendekati stabilisasi di Juni, fokus sekarang bergeser ke data survei Juli untuk mengukur apakah pengembalian pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga bisa menjadi perhatian. Data AS lainnya termasuk klaim pengangguran, penjualan rumah dan survei manufaktur regional.

Di Eropa, data flash PMI untuk Zona Euro, Jerman, Prancis, dan Inggris disertai dengan survei sentimen nasional di Jerman, Prancis dan Italia plus angka penjualan ritel dan keuangan rumah tangga di Inggris.

Di Asia Pasifik, data flash PMI dilengkapi dengan rilis resmi utama, termasuk pembaruan PDB Korea Selatan, angka perdagangan di Taiwan dan Thailand, di samping data pekerjaan untuk Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Data bank sentral Australia dan Jepang akan diawasi dengan ketat untuk penilaian terbaru para pembuat kebijakan tentang prospek ekonomi.

Pekan lalu, Rupiah terkoreksi 0,53 persen ke level Rp14.703 per dolar AS. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,37 persen ke level 5.079,58 dibandingkan hari sebelumnya.

Analis menjelaskan bahwa kekhawatiran memburuknya hubungan AS dan China serta meningkatnya transmisi COVID-19 memberikan sentimen negatif untuk langkah kedua instrumen tersebu sepanjang minggu lalu.

Hingga kemarin, total kasus positif COVID-19 di Indonesia telah melewati Cina di mana kasus positif meningkat 1.639 orang sehingga secara total menjadi 86.521 kasus. Analis mengatakan pengembangan virus yang mematikan itu akan tetap menjadi perhatian pasar.

Ditambahkan, kekhawatiran atas memburuknya hubungan antara AS dan Cina akan memberi tekanan pada pergerakan Rupiah dan IHSG. Hari ini mereka mengharapkan mata uang lokal bergerak antara 14.450 – 14.900 dan indeks saham di kisaran 5.020-5.100.

Saham yang dapat dipertimbangkan hari ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BEI: BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BEI: BNGA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (BEI: INDF), PT Ban Panin Tbk (IDX: PNBN), PT Ramaya Lestari Sentosa Tbk (IDX: RALS), PT Summarecon Agung Tbk (IDX: SMRA), PT Barito Pacific Tbk (IDX: BRPT), dan PT Ace Hardware Tbk (IDX: ACES).

Semoga Anda mendapatkan Minggu yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia