Investor di seluruh dunia mengkhawatirkan ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang semakin memanas - Photo oleh AP.

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Investor di seluruh dunia mengkhawatirkan ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang semakin memanas. Mereka juga menunggu paket stimulus baru pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menyusul ketegangan antara kedua negara, Senat AS telah menyetujui proposal untuk melarang penggunaan aplikasi TikTok pada perangkat yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan alasan utama keamanan. Tidak hanya itu, aturan ini juga melarang penggunaan aplikasi lain yang dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan induk TikTok di Beijing.

Di Asia, perekonomian Korea Selatan mencatat resesi pertama sejak 2003 di kuartal kedua tahun ini. Bank sentral negara tersebut melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan turun 3,3 persen. Sebagai perbandingan, pada kuartal sebelumnya PDB negara itu turun 1,3 persen.

Ekspor barang dan jasa turun 16,6 persen dan merupakan angka terburuk sejak tahun 1963 dan hampir 40 persen dari total nominla PDB negara itu. Namun, konsumsi swasta, yang menyumbang hampir setengah dari PDB Korea Selatan, naik 1,4 persen pada basis kuartal ke kuartal, naik dari penurunan 6,5 persen pada kuartal pertama 2020.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo memiliki jadwal untuk memimpin rapat kabinet dan menyalurkan dana bergulir kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sementara itu, menteri koordinator kelautan dan investasi, Luhut B. Panjaitan memiliki jadwal untuk mengevaluasi patokan harga mineral domestik dan food estate.

Kemarin, Rupiah ditutup menguat 0,62 persen ke posisi 14.650 verus Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 0,09 persen ke level 5.110,19 dari hari sebelumnya. Para analis mengatakan, meskipun ada optimisme tentang vaksin COVID-19, kekhawatiran atas kenaikan kasus baru ditambah tekanan dari kenaikan harga emas menjadi perhatian investor.

Mereka juga menunggu pembukaan pasar Cina setelah AS memutuskan untuk menutup konsulat negara itu di Houston, Texas. Selain itu, investor juga memperhatikan berita terkait pengembangan vaksin COVID-19.

Saham perusahaan farmasi Pfizer melonjak setelah manajemen mengatakan telah menerima pesanan 600 juta dosis vaksin dari pemerintah AS. Pasar juga menanggapi secara positif perjanjian para pemimpin Uni Eropa mengenai paket penyelamatan ekonomi untuk menghadapi pandemi.

Dari dalam negeri, pemerintah berupaya mengembangkan vaksin COVID-19 dan segera mengadakan uji coba tahap ketiga. Jika berhasil, penanda obat milik negara, PT Bio Farma akan menghasilkan vaksin dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun. Pemerintah ingin menangani COVID-19 karena jika tidak ditanggapi dengan serius, virus akan mengancam keberlanjutan ekonomi.

Menurut para pengamat, upaya untuk mengurangi penyebaran virus melalui pembatasan sosial telah dilaksanakan, tetapi kurang efektif. Ini membuat roda ekonomi tidak bergerak, akibatnya ekonomi domestik terus berkontraksi, kata para analis.

Dengan berbagai data, mereka memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.092 – 5.135. Sementara, Rupiah antara 14.600 – 14.685 dibandingkan dengan Dolar AS.

Saham yang direkomendasikan untuk hari ini adalah PT Timah Tbk (IDX: TINS), PT Surya Citra Media Tbk (IDX: SCMA), PT Ciputra Development Tbk (IDX: CTRA), PT AKR Corporindo Tbk (IDX: AKRA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI), PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP), PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO), PT Astra International Tbk (IDX: ASII), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (IDX: PGAS), PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), dan PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR).

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia