Gubernur DKI Jakarta menyiapkan tiga opsi untuk menghadapi wabah COVID-19 sebelum masa transisi kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berakhir pada 30 Juli 2020 - Photo by BBC

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Gubernur DKI Jakarta menyiapkan tiga opsi untuk menghadapi wabah COVID-19 sebelum masa transisi kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berakhir pada 30 Juli 2020. Provinsi tersebut tengah mempertimbangkan apakah akan membuka PSBB, melanjutkan periode transisi atau kembali ke pembatasan penuh jika situasinya semakin memburuk.

Baru-baru ini, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 menyebut Jakarta sebagai zona berisiko tinggi merujuk kepada kenaikan jumlah kasus positif dalam seminggu terakhir. Tim telah meminta pemerintah daerah Jakarta untuk memberikan perhatian serius pada kondisi ini. Pekan lalu kasus di ibu kota negara tersebut telah meningkat secara dramatis dari 1.880 menjadi 2.679 kasus.

Dari Eropa, majelis tinggi parlemen Italia menyetujui permintaan Perdana Menteri Giuseppe Conte untuk memperpanjang keadaan darurat sampai 15 Oktober. Italia saat ini mencatat 246.500 kasus dengan angka kematian lebih dari 35.000 dan menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampaknya. oleh pandemi di Eropa.

Di Asia, Korea Utara memperkenalkan langkah-langkah pencegahan yang lebih keras terhadap pandemi setelah negara itu mengunci kota perbatasan Kaesong sejak muncuinya kasus pertama yang terkonfirmasi secara publik. Langkah itu diambil oleh Kim Jong Un dan menyatakan situasi darurat di negara yang dipimpinnya.

Sementera, BBC melaporkan, Iran telah meluncurkan rudal di tiruan kapal induk Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz yang strategis. Angkatan Laut AS mengutuk “perilaku tidak bertanggung jawab dan ceroboh oleh Iran”, dan menamakannya upaya “untuk mengintimidasi dan memaksa”. Latihan itu dilakukan pada saat meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington di perairan Teluk.

Di Amerika, Federal Open Market Committee akan membuat keputusan tentang kebijakan moneter terbaru oleh bank sentral AS. Beberapa analis melihat pembuat kebijakan akan menahan suku bunga acuan mendekati level nol.

Pada hari Selasa, Indonesia berhasil meraih Rp22 triliun dari lelang obligasi dua mingguan, nilai ini di atas target indikatif yang ditetapkan pemerintah. Hasil rata-rata tertimbang obligasi berada di bawah obligasi yang sebanding dalam lelang sebelumnya pada 14 Juli. Sementara, tawaran yang masuk tercatat Rp72,78 triliun.

Saat ini, pemerintah terus mendistribusikan dana pemerintah kepada masyarakat sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Kantor kementerian keuangan melalui Indonesia Eximbank akan memberikan jaminan untuk proyek padat karya.

Kemarin, Rupiah bertahan di level Rp14.535 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,07 persen ke level 5.1212,98 dibandingkan hari sebelumnya. Hari ini, para analis menilai pasar keuangan masih akan diwarnai oleh sentimen perkembangan penanganan COVID-19, terutama pengembangan penemuan vaksin.

Perusahaan farmasi Moderna mengumumkan bahwa vaksin buatan perusahaan mungkin siap untuk digunakan akhir tahun ini. Dalam uji coba sebelumnya, vaksin bernama mRNA-1273 mampu meningkatkan sukarelawan antibodi ke tingkat yang lebih tinggi daripada pasien yang pulih dari serangan virus.

Di dalam negeri, pemerintah juga optimis bahwa penawar dari virus COVID-19 akan segera ditemukan dengan melakukan percobaan tahap ketiga di Universitas Padjadjaran. Upaya mempercepat pemulihan ekonomi juga terus dilakukan dengan mencurahkan banyak stimulus ke berbagai sektor.

Mereka menekankan, pemulihan ekonomi sangat tergantung pada penanganan pandemi dan kegiatan ekonomi pada paruh kedua tahun 2020. Jika pengobatan ini efektif, ekonomi dapat pulih pada kuartal ketiga 2020 dengan pertumbuhan antara 0,4 persen hingga 1 persen dan dipercepat. menjadi 2 Р3 persen pada kuartal terakhir.

Berdasarkan berbagai data tersebu, Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp14.500 – Rp14.570 dibandingkan Dolar AS. Sementara, IHSG berada di antara 4.821 hingga 5.188.

Saham yang dipertimbangkan untuk hari ini adalah PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (IDX: INTP), PT Infofarma Tbk (IDX: INAF), PT Kalbe Farma Tbk (IDX: KLBF), PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA), PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI), PT Astra International Tbk (IDX: ASII), PT Merck Tbk (IDX: MERK), dan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (IDX: UCID).

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intellgence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia