PT Widodo Makmur Unggas (WMU) siap menawarkan 34 persen saham dengan nilai emisi sekitar Rp2 triliun - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Produsen pangan dan properti, PT Widodo Makmur Unggas (WMU) siap menawarkan 34 persen saham (IPO) dengan nilai emisi sekitar Rp2 triliun. Induk usahanya, Widodo Makmur Perkasa Group, bergerak di bidang peternakan ayam terpadu, juga direncanakan akan IPO pada 2021 dengan target nilai yang sama.

Dikabarkan, perusahaan yang didirikan oleh Tumiyana, ex Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA) ini, telah menunjuk penjamin emisi untuk rencanan IPO tersebut, yakni PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas Indonesia. WMU menargetkan bisa IPO di Oktober tahun ini.

“Adapun untuk Widodo Makmur Unggas sampai dengan saat ini kami belum menerima dokumen permohonan pencatatan dan kami menanti dan menyambut baik rencana IPO perusahaan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, kepada jurnalis di Jakarta minggu lalu.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta itu memiliki delapan lokasi peternakan yang tersebar di seluruh pulau Jawa. Baru-baru ini, perseroan telah menandatangani nota kerja sama dan surat perintah kerja dengan afiliasi Fuji Electric Group asal Jepang untuk membangun pabrik pakan di Ngawi, Jawa Timur, senilai Rp650 miliar.

Pembangunan pabrik pakan ini, menurut Tumiyana, juga merupakan salah satu inisiasi strategis yang disiapkan perusahaan menjelang rencana Widodo Makmur Perkasa untuk masuk bursa saham melalui IPO pada tahun depan. Widodo Makmur Perkasa Holding telah berdiri sejak 1995 silam.

“Kami punya rencana untuk IPO Widodo Makmur Perkasa Holding pada 2021. Ini saatnya untuk berkembang lebih besar lagi,” ujarnya pada July 8 lalu.

Pembangunan pabrik tersebut direncanakan memakan waktu selama 1,5 tahun. Pabrik ini akan berdiri di atas lahan seluas 12 hektare dengan kapasitas 140 ton per jam. Ia menargetkan pembangunan tahap pertama akan selesai pada 2021. Dia mengatakan, pembangunan pabrik tersebut untuk memenuhi kebutuhan pakan unggas perusahaan yang mencapai 50.000 ton per bulan.

Pada tahun 1999, perkembangan penggemukan sapi ini berjalan pesat sehingga pusat bisnis dipindahkan ke Jakarta dan mendirikan Widodo Makmur Perkasa dengan impor perdana 1.500 sapi dari Australia. Pada 2002, perusahaan merintis usaha properti dan penanaman investasi dan tahun 2003, terdaftar sebagai PT Widodo Makmur Perkasa.

Selanjutnya perusahaan terus berekspansi pada 2006 dengan mendirikan lini bisnis pakan ternak di bawah bendera PT Pasir Tengah dan mulai beroperasi dengan membangun peternakan sapi terintegrasi di Cianjur, Jawa Barat. Pada 2015, lini bisnis properti dirilis di bawah bendera PT Langgeng Makmur Perkasa dengan meluncurkan produk Apartement Wismaya Residence di Bekasi, Jawa Barat.

Pada 2017, lini bisnis perunggasan melalui WMU mulai bergerak dalam usaha perunggasan dimulai dari bisnis breeding, hatchery, produksi pakan ayam dan usaha budidaya serta rumah potong ayam di Jambakan, Klaten.

Pada 2017, lini bisnis energi dimulai dari aktivitas PT Widodo Makmur Prima Energy yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi bekerjasama dengan pihak ketiga. Pada tahun yang sama, perusahaan mendirikan PT Widodo Capital Indonesia yang dipersiapkan untuk menjalankan bisnis keuangan dan pengelolaan investasi.

Yetna menyatakan sebanyak 20 perusahaan akan melantai di BEI pada semester kedua tahun ini, terdiri dari tujuh perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Lalu, lima perusahaan dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan. Dan, delapan perusahaan yang bergerak pada sektor pertanian, industri dasar dan kimia, keuangan, serta industri barang-barang konsumsi.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com