Indonesia Tourism Development Corporation, pengembang kawasan pariwisata Nusa Dua di Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat, menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT PP Tbk (IDX: PTPP) senilai Rp900 miliar - Photo oleh KBUMN

JAKARTA (TheInsiderStories) – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengembang kawasan pariwisata Nusa Dua di Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat, menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT PP Tbk (IDX: PTPP) senilai Rp900 miliar. Perseroan mendanai proyek kerjasama itu dengan fasilitas sindikasi perbankan dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan pers hari ini (07/15), perjanjian kerjasama ini efektif berlaku mulai tanggal 15 Juli 2020. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan MotoGP 2021 sangat penting bagi Indonesia.

Pembangunan proyek ini menggunakan skema PreFinanced Project dalam rangka pengembangan kawasan Sirkuit Mandalika di lahan seluas 52,5 hektar di dalam kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas The Mandalika. Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer dan merupakan sirkuit jalan raya pertama di dunia yang dibangun mulai dari tahap konsep.

“Kami optimistis kerjasama ITDC dengan PTPP akan mendukung percepatan pembangunan proyek nasional Mandalika Street Circuit yang akan digunakan untuk menggelar event dunia MotoGP Indonesia mulai tahun 2021,” papar Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dalam kesempatan yang sama.

Proyek pembangunan Sirkuit Mandalika telah mencapai 40 persen dan proses pengaspalan dijadwalkan akan mulai dilakukan pada Januari 2021. Secara keseluruhan, pembangunan Sirkuit Mandalika ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2021.

“Penyelengaran event MotoGP diyakini akan mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun serta memberikan positioning yang kuat bagi Indonesia sebagai negara tujuan hiburan olahraga unggulan di kawasan Asia, sehingga kami optimistis event ini akan menjadi penggerak kebangkitan pariwisata Indonesia paska Pandemi,” ujar Abdulbar.

Untuk proyek ini, pemerintah telah memberikan dukungan melalui kementerian dan BUMN berupa pembangunan akses jalan langsung sepanjang 17,39 kilometer dengan right of way jalan selebar 50 meter dari Bandara Internasional Lombok ke The Mandalika oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lalu, penambahan panjang lintasan runway, upgrade kargo dan aksesibilitas, ekspansi apron dan pelebaran taxiway serta kegiatan promosi di Bandara Internasional Lombok yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura I, pengembangan fasilitas kargo dan kapal pesiar oleh PT Pelindo III dan PT ASDP, penambahan kapasitas listrik di kawasan oleh PT Perusahaan Listrik Negara, serta pembukaan rute baru bus yang melayani sejumlah wilayah di Lombok menuju The Mandalika oleh DAMRI.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC merupakan BUMN yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia. ITDC ditugaskan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali.

Pada tahun 2017 the Mandalika telah resmi beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar AS$1,3 milyar (Rp18.59 triliun). Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional. 

AS$1: Rp14,300

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com