PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) akan menerbitkan Obligasi dengan nilai pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk mendukung penyaluran kredit perumahan bank milik negara itu - Photo by the Bank

JAKARTA (TheInsiderStories)PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) akan menerbitkan obligasi dengan nilai pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk mendukung penyaluran kredit perumahan bank milik negara itu. Obligasi tersebut adalah bagian dari rencana obligasi berkelanjutan dari bank tersebut dengan target keseluruhan Rp10 triliun.

Berdasarkan prospektus yang dikeluarkan hari ini, perusahaan menerbitkan tiga seri obligasi yakni Seri A dengan tenor 370 hari, Seri B bertenor tiga tahun, dan Seri C berjangka waktu lima tahun. Perseroan mendapatkan peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Penjamin pelaksana emisi obligasi yakni PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Juni lalu, Direktur Keuangan Bank Tabungan Negara, Nixon Napitupulu mengatakan, sejauh ini perusahaan telah mengumpulkan Rp9,14 triliun dari total target penawaran obligasi tersebut. Selain obligasi Rupiah, awal tahun 2020, perusahaan telah menerbitkan obligasi global junior senilai $300 juta dengan kupon 4,2 persen dan jangka waktu lima tahun.

Baru-baru ini, pemerintah menempatkan dana senilai Rp5 triliun kepada Bank Tabungan Negara. Menurut Direktur Utama, Pahala Mansury, pihaknya akan mendistribusikan dana untuk sektor perumahan dan konstruksi dari dana penempatan tersebut.

Sepanjang kuartal pertama (Q1) ini, laba bersih Bank Tabungan Negara turun sebesar 36,79 persen menjadi Rp457 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp723 miliar. Di sisi lain, pertumbuhan kredit hanya tumbuh 4,59 persen ke posisi Rp253,25 triliun, dari tahun lalu Rp242,14 triliun. Adapun pendapatan bunga hingga Rp6,17 triliun dan penyaluran kredit Rp 253,25 triliun, naik 4,59 persent secara tahunan dari Rp 242,13 triliun di Q1 2019.

Awal tahun ini, pemeringkat global, Moody’s Investor Service menegaskan peringkat deposito jangka panjang lokal dan mata uang asing Baa2 dari bank pelat merah itu. Pada saat yang sama, agensi tersebut telah menetapkan peringkat subordinasi Ba3 untuk modal Tier 2 berdenominasi Dolar AS.

Moody’s berharap kualitas aset Bank Tabungan Negara akan tetap di bawah tekanan selama 12 – 18 bulan ke depan, sebagai hasil dari aktivitas ekspansi pinjaman yang agresif sejak 2015 per program perumahan pemerintah. Selain itu, ekonomi domestik yang melambat akan membebani kemampuan pelayanan utang dari peminjam bank, terutama mengingat konsentrasinya di segmen berpenghasilan rendah dan menengah dan paparan terhadap pengembang kecil dan menengah.

Namun demikian, perusahaan rating itu berharap profitabilitas bank akan sedikit meningkat selama 12 – 18 bulan ke depan. Biaya pendanaan bank juga akan menurun setelah pemotongan persyaratan cadangan dan tingkat kebijakan bank sentral, serta mengikuti pelonggaran kondisi likuiditas.

Moody’s juga mengantisipasi pemulihan yang stabil dalam kapitalisasi bank dan tingkat pertumbuhan pinjaman yang moderat sekitar 6 persen untuk tahun 2020. Dikatakan, peringkat deposito jangka panjang Bank Tabungan Negara berada pada tingkat yang sama dengan peringkat pemerintah Indonesia. Mengingat prospek stabil pada peringkat negara, upgrade peringkat deposito bank tidak mungkin.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com