Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) melaporkan penjualan mobil nasional pada Juni meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan Mei 2020 seiring dengan mulai dibukanya aktivitas perekonomian di sejumlah wilayah pasca penerapan pembatasan sosial berskala besar - Photo oleh IIMS

JAKARTA (TheInsiderStories) – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) melaporkan penjualan mobil nasional pada Juni meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan Mei 2020 seiring dengan mulai dibukanya aktivitas perekonomian di sejumlah wilayah pasca penerapan pembatasan sosial berskala besar. Data asosiasi mengungkapkan, penjualan Juni tercatat sebanyak 12.623 unit, melesat 255,47 persen dari Mei yang hanya 3.551 unit.

Penjualan pada Mei lalu juga terkoreksi dibandingkan dengan posisi April yakni sebanyak 7.868 unit. Kendati naik secara bulan ke bulan, penjualan mobil dinilai masih lesu mengingat penjualan mobil di Juni 2019 sebanyak 59.600 unit. Jumlah penjualan bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya masih terkoreksi 78 persen.

Secara tahunan, penjualan Januari – Juni 2020 mencapai 260.933 unit, drop 45,87 persent dibandingkan dengan periode yang sama di 2019 yang mencapai 482.097 unit. Secara tahunan, total penjualan mobil nasional menembus 1.03 juta unit, dan penjulaan tertinggi terjadi pada Oktober 2019 sebanyak 96.128 unit.

Sementara untuk tahun ini, penjualan mobil tertinggi terjadi pada Januari yang mencapai 80.435 unit, sebelum akhirnya pandemi menerjang Indonesia yang pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret silam. Selama bula lalu, ada beberapa merek mobil mencatatkan penjualan yang positif yakni Toyota 3.775 unit, Suzuki 2.755 unit, Mitsubishi 2.404 unit, Honda 1.267 unit, dan gabungan merek lain sebanyak 1.185 unit.

“Dengan melihat angka penjualan mobil Astra dan nasional pada bulan Juni, kami berharap pemulihan ini terus berlanjut, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk (IDX: ASII) Boy Kelana Soebroto, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (15/7).

Sekretaris Jenderal GAIKINDO, Kukuh Kumara, dalam perbincangan dengan media menegaskan pandemi yang menghantam Indonesia berdampak pada berhentinya operasi dealer dan pabrik otomotif yang menyebabkan penjualan mobil di era COVID-19 jatuh signifikan.

Dia menilai pemulihan menjadi kunci kembali bergairahnya produksi dan penjualan mobil serta dukungan dari sekntor pembiayaan mengingat lebih dari 70 persen pembelian mobil menggunakan fasilitas ini. Sebelum pandemi melanda, GAIKINDO sempat memproyeksikan penjualan otomotif di tahun 2020 berpotensi tumbuh tipis 5 persent dibanding tahun 2019, dari 1 juta unit menjadi 1,05 juta unit.

Ditulis ole Staff Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com