PT Ciputra Development Tbk (IDX: CTRA) berencana menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.85 miliar unit dengan skema private placement bulan depan, kata perseroan hari ini (29/7) - Photo: Spesial

JAKARTA (TheInsiderStories) – Pengembang properti, PT Ciputra Development Tbk (IDX: CTRA) berencana menawarkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.85 miliar unit dengan skema private placement pada bulan depan, kata perseroan hari ini (29/7). Jumlah saham tersebut setara dengan 10 persen dari total saham disetor dan ditempatkan penuh.

Beberapa waktu lalu perusahaan milik keluarga Ciputra ini telah mengumumkan tengah mencari investor strategis untuk mengembangkan beberapa proyek property di Indonesia. Namun, manajemen belum dapat memberikan rincian terkait rencana tersebut.

Menurut manajemen, nilai transaksi dari program ini diperkirakan sebesar Rp462.5 miliar yang seluruhnya akan dipakai untuk modal kerja. Ditambahkan, pemegang saham Ciputra yang tidak melakukan penyertaan atas penambahan modal tersebut akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal 9,99 persen.

Direksi menyatakan, rencana penambahan Modal ini merupakan antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan dana selama kurun waktu dua tahun ke depan. Rencana ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan pemegang saham pada 30 Juli 2020. Saat ini, manajemen Perseroan tengah menanti peryataan efektif dari OJK.

Pada Maret lalu,, pemegang saham perseroan telah menambah kepemilikan 5,81 persen saham Ciputra dengan membeli sebanyak 1,07 miliar saham atau senilai Rp789,48 miliar. Dengan pembelian saham ini, PT Sang Pelopor kini menggenggam kepemilikan 52,77 persen dari sebelumnya 46,69 persen.

Pada triwulan pertama tahun 2020, perusahaan membukukan laba bersih Rp177,51 miliar, turun 37,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp283,1 miliar. Ini disebabkan karena penurunan pendapatan perusahaan sebanyak 8,31 persen menjadi Rp1,51 triliun dari sebelumnya Rp1,64 triliun.

Ciputra berdiri sejak 22 Oktober 1981, saat Ciputra mendirikan perusahaan dengan nama PT Citra Habitat Indonesia. Pada tahun 1990 ia mengubah nama perusahaan menjadi PT Ciputra Development.

Seiring dengan perkembangan bisnis, pada tahun 1994 perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, anak perusahaannya, PT Ciputra Surya Tbk melakukan IPO dan kemudian PT Ciputra Property pada tahun 2007. Pada tahun 2016, Ciputra Surya bergabung kembali dengan Ciputra Development.

Hingga saat ini, Ciputra telah mengembangkan sekitar 76 proyek seperti perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, lapangan golf, rumah sakit dan kantor di lebih dari 33 kota besar di seluruh Indonesia. Perseroan juga telah mengembangkan proyek residensial yang menargetkan konsumen kelas bawah di beberapa lokasi, termasuk di Makassar (Sulawesi Selatan), Cibubur (Jakarta), dan Batam (Riau).

Ditulis oleh Staf Editorial, Email: theinsiderstories@gmail.com