PT Ciputra Development Tbk (CTRA) siap melepas saham melalui mekanisme penawaran terbatas (private placement) sebanyak 1.85 miliar saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, kata Pengembang properti tersebut hari ini - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories)PT Ciputra Development Tbk (CTRA) siap melepas saham melalui mekanisme penawaran terbatas (private placement) sebanyak 1.85 miliar saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, kata Pengembang properti tersebut hari ini. Nilai dari transaksi ini diperkirakan sebesar Rp1.2 triliun.

Namun manajemen menyampaikan, hingga saat ini perusahaan belum memperoleh pernyataan minat dari investor strategis karenanya belum bisa memberikan detil dari program tersebut. Hingga hari ini, harga rata-rata saham perseroan di level Rp631 per unit.

Mengacu prospektus yang dipublikasikan sebelumnya, seluruh dana dari penambahan modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha Ciputra ke depan. Rencananya, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada 30 Juli mendatang untuk meminta persetujuan private placement ini.

Persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar 9,99 persen, akan tetapi jumlah saham yang dimiliki pemegang saham sebelum dan sesudah penerbitan saham tidak mengalami perubahan.

Sepanjang tahun 2019, Ciputra meraih laba bersih sebesar Rp1,16 triliun, turun sebesar 2,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,19 triliun seiring dengan penurunan pendapatan. Pendapatan CTRA juga turun kendati tipis 0,8 persen menjadi Rp 7,61 triliun dibandingkan dengan Desember 2018 yakni sebesar Rp7,67 triliun.

Direktur perseroan, Tulus Santoso mengatakan, rencana private placement ini merupakan alternatif dukungan pembiayaan apabila perseroan sewaktu-waktu mendapatkan kesempatan pengembangan usaha yang membutuhkan tambahan modal.

Pada 22 Oktober 1981, taipan Indonesia, Ciputra mendirikan perusahaan bernama PT Citra Habitat Indonesia. Pada tahun 1990 ia mengubah namanya menjadi PT Ciputra Development.

Seiring dengan perkembangan bisnis, pada tahun 1994 perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, anak perusahaannya, PT Ciputra Surya Tbk melakukan IPO dan kemudian PT Ciputra Property pada tahun 2007. Pada tahun 2016, Ciputra Surya bergabung kembali dengan Ciputra Development.

Hingga saat ini, perusahaan telah mengembangkan sekitar 76 proyek seperti perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, lapangan golf, rumah sakit dan kantor yang tersebar di lebih dari 33 kota besar di seluruh Indonesia.

Unit Grup Ciputra telah mengembangkan proyek properti residensial yang menargetkan konsumen kelas bawah di beberapa lokasi, termasuk di Makassar (Sulawesi Selatan), Cibubur (Jakarta), dan Batam (Pulau Riau), untuk menarik konsumen khusus ini.

AS$1: Rp14.300

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com