PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) mempertimbangkan untuk mengkonversi satua anak usahanya, PT Bank BRI Agroniaga Tbk (IDX: AGRO) atau PT BRI Syariah menjadi bank digital - Photo by the Company

JAKARTA (TheInsiderStories) – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI) mempertimbangkan untuk mengkonversi satua anak usahanya, PT Bank BRI Agroniaga Tbk (IDX: AGRO) atau PT BRI Syariah menjadi bank digital. Untuk rencana ini dan ekspansi bisnis yang akan dilakukan anak usaha, manajemen siap menyuntikkan modal Rp5 triliun.

Selain, BRIAgroniaga dan BRISyariah, anak usaha lainnya yang akan mendapatkan suntikan modal adalah PT BRI Multifinance, PT BRI Ventura Investama, dan PT Asuransi BRI Life. Nantinya, bank digital ini akan dikolaborasikan dengan BRI Venture, anak usaha yang bergerak di sektor modal ventura.

“Anak usaha berupa bank itu ada BRISyariah dan BRIAgroniaga. Bahwa kemudian dibutuhkan khusus menjadi bank digital ya kita tinggal konversi saja,” kata Direktur Utama perseroan, Sunarso dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (23/7).

BRIAgroniaga didirikan oleh Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) pada 27 September 1989 dan berperan penting dalam perkembangan sektor agribisnis Indonesia. Pada 3 Maret 2011, Bank Rakyat Indonesia resmi menjadi pemegang saham pengendali bank tersebut pada 2012 dan mengubah nama  perseroan menjadi BRI Agroniaga.

Tahun lalu, anak usaha salah satu bank terbesar di Indonesia ini, mencatat laba bersih senilai Rp51,06 miliar. Laba tersebut turun signifikan sebesar 75 persen secara tahunan. Pada 2019, BRIAgroniaga mencatat peningkatan total aset sebesar 16,10 persen secara tahunan dari Rp23,31 triliun menjadi Rp27,07 triliun.

Sementara, BRISyariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 33,7 persen menjadi Rp49,56 triliun pada semester pertama (H1) 2020 dari periode yang sama tahun lalu Rp37,92 triliun. Sementara laba bersih tumbuh 226 persen dari Rp35 miliar menjadi Rp116 miliar di paruh pertama tahun ini.

Bank tersebut optimistis tetap tumbuh positif di tahun ini meski dilanda wabah Covid-19. Dana Pihak Ketiga juga tercatat tumbuh 46,2 persen dari Rp28,09 triliun menjadi Rp41,07 triliun dan pembiayaan tumbuh 56 persen menjadi Rp 37,44 triliun dari H1 2019 senilai Rp24,01 triliun.

BRISyariah didirikan pada 17 November 2009 sebagai bagian dari tujuan Bank Rakyat Indonesia untuk menawarkan layanan perbankan lengkap. Saat ini, bank lokal tersebut mengoperasikan 272 kantor dan 500 ATM.

Baru-baru ini, pemerintah Indonesia menugaskan Bank Rakyat Indonesia untuk mengucurkan pinjaman senilai Rp122,5 triliu selama tiga bulan ke depan setelah mendapatkan suntikan modal Rp30 triliun dari negara bersama bank milik negara lainnya .Penugasan ini adalah upaya untuk mengimplementasikan program pemulihan ekonomi nasional.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com