PT Bank Capital Indonesia Tbk (IDX: BACA) berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 20 miliar lembar setara dengan 73 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh - Photo oleh Asuransi Sinar Mas

JAKARTA (TheInsiderStories) PT Bank Capital Indonesia Tbk (IDX: BACA) berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 20 miliar lembar setara dengan 73 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan belum mengungkapkan siapa pembeli siaga yang siap menyerap saham baru tersebut.

Bank yang dulu bernama PT Bank Credit Lyonnais Indonesia ini juga belum membeberkan harga pelaksanaan dari rights issue tersebut. Diperkirakan pemberi kredit ini bisa meraup dana lebih dari Rp5 trillun berdasarkan harga saham hingga kemarin (27/7) di level Rp274 per unit.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pemegang saham perusahaan publik ini adalah PT Inigo Global Capital 14,73 persen, PT Delta Indo Swakarsa 13,98 perseroan, PT Asuransi Simas Jiwa 13,81 persen dan publik 57,48 persen. Beberapa waktu lalu, pemberitaan tentang perusahaan ini sempat ramai terkait penempatan dana Grup Bakrie di bank tersebut.

Sejumlah media massa lokal memberitakan laporan keuangan yang dinilai aneh di bank tersebut. Jumlah dana pihak ketiga yang dilaporkan oleh perusahaan senilai Rp2,68 triliun, berbeda dengan jumlah deposito milik beberapa perusahaan yang disimpan di bank dimana nilainya empat kali lipat dari yang dilaporkan.

Salah satu perusahaan yang menyimpan di Bank Capital adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (IDX: BNBR). Dalam laporan keuangan perusahaan konglomerasi milik keluarga Bakrie per 31 Maret 2010 disebutkan, deposito berjangka yang ditempatkan di bank tersebut mencapai Rp3,76 triliun. Lantaran ada perbedaan itu, Bursa Efek Indonesia saat itu pun berencana memanggil manajemen kedua perusahaan.

Hingga kini belum ada informasi apakah saham bank tersebut akan dilepas ke perusahaan lain atau investor strategis. Manajemen hanya mengungkapkan, rencana penambahan modal dengan ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan.

Saat ini Bank Capital memiliki 82 kantor operasional yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Solo, dan Kupang. Tahun 2019, perseroan mencatat laba bersih Rp15,88 miliar atau terkoreksi dari laba tahun sebelumnya Rp106,50 milia dengan total aset Rp18,95 miliar.

Pada semester I 2020 laba bersih Bank Capital mulai membaik ke posisi Rp51,98 miliar dan menurun ke Rp17,50 triliun. Pada periode yang sama, dana pihak ketiga  turun dari Rp16.11 triliun di 2019 menjadi Rp13,66 triliun di paruh pertama tahun ini. Total kredit yang disalurkan perseroan pada tahun 2019 sebesar Rp9,75 triliun dan hingga 30 Juni 2020 senilaiRp11,52 triliun.

Bank tersebut didirikan 20 April 1989 dan kemudian menggabungkan perusahaan dengan dengan bank milik Credit Lyonnais SA asal Prancis dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (IDX: BNII) dan berganti nama menjadi Bank Capital pada 5 Juni 1999.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com