PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA) dipercaya untuk menggarap proyek mass rapid transit system di Taiwan - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories)PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA) dipercaya untuk menggarap proyek mass rapid transit (MRT) system di Taiwan. Dalam proyek ini, perseroan digandeng oleh kontraktor asal negara tersebut, RSEA Engineering Corporation, untuk mengerjakan jalur MRT inner ring road di New Taipei City.

Jalur yang diberi nama Sanying Line ini nantinya akan membentang sepanjang 14,3 kilometer dan menghubungkan daerah Tucheng, Sanxia, dan Yingge dengan 13 stasiun pemberhentian. Jalur ini sendiri akan menjadi stepping stone bagi negeri tersebut untuk mewujudkan interegasi transportasi dari Bandara Taiwan ke Taipei City.

Saat ini, pembangunan proyek ini tengah fokus pada pengerjaan  empat station di daerah Yingge dan Sanxia yang rata-rata berjarak 1,2 kilometer antar station. 13 bangunan stasiun menjadi lingkup pekerjaan Wijaya Karya hingga 2021 mendatang.

Tahun lalu, perseroan mengumumkan tengah membidik proyek bandara di Taiwan dengan nilai sekitar AS$700 juta (Rp10.01 triliun). Secara keseluruhan proyek ini membutuhkan biaya sekitar Rp20 triliun. Perseroan juga mencari proyek lain seperti jembatan dan stasiun kereta api.

Selain Taiwan, Wijaya Karya juga melirik ekspansi ke negara lain seperti Malaysia, Filipina, dan Uni Emirat Arab. Sementara di Afrika, perusahaan plat merah ini bersiap untuk membangun sekitar $40 juta fasilitas terminal pelabuhan cair dan curah di Zanzibar, Tanzania. Perusahaan juga menerima tawaran untuk mengerjakan proyek pertambangan dengan empat perusahaan milik negara di Madagaskar.

Perusahaan juga berniat membangun area bisnis terintegrasi di Senegal senilai $250 juta dan proyek pembangunan apartemen di Pantai Gading dengan biaya $66 juta. Selanjutnya, perusahaan terbuka ini menargetkan untuk menangani proyek-proyek dengan nilai total Rp20 triliun di Afrika.

Saat ini, BUMN memiliki proyek dengan nilai total Rp7,6 triliun di benua tersebut. Perusahaan milik negara juga tertarik untuk ikut terlibat dalam pekerjaan proyek kereta api dengan perkiraan panjang jalur mencapai 350 kilometer.

Minat serupa, juga datang dari Angola yang berencana membangun trek atau jalur kereta api sepanjang 400 km. Kemudian Zimbabwe dengan jalur kereta api sepanjang 98 km dan Somalia untuk pembangunan perumahan sosial seperti yang sedang dikerjakan oleh Wijaya Karya di Aljazair.

Wijaya karya, PT INKA (Industri Kereta Api) dan PT LEN telah membentuk konsorsium Indonesia Railway Development Incorporated for Africa (IRDIA) untuk menangkap peluang investasi di negara-negara Afrika.

Untuk tahun ini, perusahaan publik menyiapkan belanja modal Rp20 triliun dan akan terus meningkat setiap tahun. WIKA berambisi menciptakan kapasitas yang sangat baik dalam hal industri, baja, beton, dan aspal yang kemudian mendukung konstruksi dan infrastruktur sebagai bisnis utamanya.

AS$1: Rp14.300

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com