Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan mendominasi pertemuan Federal Reserves yang akan menjadi panduan dari para investor minggu ini - Photo by Federal Reserves Office

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan mendominasi pertemuan Federal Reserves yang akan menjadi panduan dari para investor minggu ini. Wawasan yang lebih dalam terkait penurunan ekonomi akibat COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua untuk Amerika Serikat (AS), Zona Euro, Hong Kong dan Taiwan juga menjadi isu utam.

Data ekonomi mengungkapkan resesi ekonomi pada skala yang tidak terlihat pada tahun-tahun pasca perang ditetapkan untuk mendominasi berita utama. Untuk AS, diperkirakan penurunan PDB tahunan sekitar 35 persen untuk kuartal kedua (hampir dua digit dalam secara triwulanan).

Di Eropa, rilis data ekonomi pada kuartal kedua akan fokus untuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol, yang semuanya diperkirakan juga akan mengalami kontraksi mengejutkan secara triwulanan yang besarnya dua digit ketika pandemi melanda aktivitas ekonomi blok tersebut.

Angka inflasi zona euro juga dirilis sementara di Inggris pembaruan utama adalah untuk pinjaman hipotek dan kredit konsumen. Di Asia Pasifik, Hong Kong, dan Taiwan untuk kuartal kedua dikeluarkan bersamaan dengan perkiraan baru pertumbuhan kuartal pertama di Jepang.

Data bulanan untuk produksi dan perdagangan industri juga akan diperbarui untuk beberapa negara, termasuk Korea Selatan, Thailand, Vietnam dan Jepang, yang akan membantu mengukur momentum pemulihan saat kita memasuki kuartal ketiga. PMI China yang disponsori pemerintah juga dirilis dan akan memberikan petunjuk penting mengenai jalur pemulihan pada awal kuartal ketiga.

Selain itu, fokus pasar untuk minggu depan adalah pada ketegangan AS dan Cina. Namun, para pelaku pasar mengharapkan paket stimulus lebih lanjut yang tidak jauh berbeda dari Pemerintah AS. Senat dikabarkan mempertimbangkan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran hingga AS$400 (Rp5.8 juta) per bulan hingga Desember 2020.

Hari ini Presiden Joko Widodo akan memberikan arahan terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan PEN, Airlangga Hartarto bersama beberapa menteria dan PT Sarana Multi Infrastruktur akan memberikan bantuan PEN kepada Gubernur Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Sentimen juga akan datang dari Bank Indonesia (BI) yang memproyeksi perekonomian Indonesia akan mencatat pertumbuhan negatif pada kuartal kedua tahun 2020 dan kemungkinan penurunan akan berlanjut pada kuartal ketiga tahun ini.

Mereka mengatakan, para pelaku pasar dalam negeri harus berhati-hati dengan sentimen positif vaksin COVID-19 karena masih perlu waktu untuk memastikan keberhasilan obat tersebut. Uji coba vaksin juga masih berpotensi gagal pada pengujian tahap ketiga.

Pekan lalu, Rupiah terkoreksi 0,21 persen ke level Rp14.610 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,21 persen menjadi 5.082,99 dibandingkan hari sebelumnya. Hari ini mata uang lokal diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.580 – Rp14.660 per Dolar AS dan indeks saham 5.074 ke 5.162.

Saham yang harus diperhatikan adalah PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM), PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP), PT Gudang Garam Tbk (IDX: GGRM), PT Timah Tbk (IDX: TINS), PT Medco Energy International Tbk (IDX: MEDC), PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (IDX: BNGA), dan PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA).

AS$: Rp14,500

IHS Markit berkontribusi dalam briefing ini

Semoga Anda mendapatkan Minggu yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence . Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia