Perusahaan asuransi negara, PT Taspen Life akan mengakuisisi 70 persen saham PT Asuransi Jiwasraya Putra seharga Rp2,6 triliun, kata Direktur Utamanya hari ini - Photo: Special

JAKARTA (TheInsiderStories) – Perusahaan asuransi negara, PT Taspen Life akan mengakuisisi 70 persen saham PT Asuransi Jiwasraya Putra seharga Rp2,6 triliun, kata Direktur Utamanya hari ini. Saham lainnya dibeli oleh bank plat merah, PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN).

Menurut Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, induk perusahaan dari perusahaan asuransi baru tersebut, Hexana Tri Sasongko, perjanjian ini masih menunggu finalisasi perjanjian pembelian saham bersyarat antara ketiga perusahaan. Sementara, Direktur Utama Taspen, Antonius Steve Kosasih mengatakan, setelah akuisisi, Jiwasraya Putra telah menjadi penyebab perusahaan besar untuk mengelola program rumah untuk para pegawai negeri sipil.

“Ada jutaan rumah. Jadi kami ingin bekerja dengan program pinjaman perumahan milik BBTN,” katanya kepada media lokal, Senin (07/06).

Untuk mendukung program perumahan, Taspen juga akan bermitra dengan perusahaan perumahan milik negara lainnya, Perum Perumnas. Dia memproyeksikan kerja sama dengan Bank Tabungan Negara dapat mencapai 20 persen dari total investasi perusahaan untuk tiga hingga lima tahun ke depan.

Sebelumnya, Sasongko menjelaskan tiga langkah spesifik untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah menyelesaikan pembayaran kebijakan pelanggan mencapai Rp16 triliun melalui Jiwasraya Putra. Kemudian, mencari mitra strategis untuk menggalang dana segar Rp1 triliun hingga Rp3 triliun. Dan, siapkan asuransi untuk mendapatkan dukungan anggaran.

Selain mendirikan Jiwasraya Putra, perusahaan asuransi juga bermaksud meluncurkan Reasuransi Keuangan pada bulan Oktober atau November, bergabung dengan perusahaan reasuransi internasional. Untuk saat ini, Jiwasraya masih menunggu izin usaha dari regulator.

Seperti diketahui, perusahaan asuransi menghadapi tekanan likuiditas dan tidak mampu membayar kewajiban kepada pelanggan mereka. Perusahaan berjanji untuk melunasi kewajiban secara bertahap, tidak lebih dari kuartal keempat tahun 2020. Berbagai upaya dilakukan oleh perusahaan untuk menunda pembayaran, dari roll-over, menerbitkan uang kertas jangka menengah Rp500 miliar, dan cara-cara lainnya.

Jiwasraya dibangun dari sejarah yang sangat panjang, dimulai dari Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859 pada 31 Desember 1859. Perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia (Hindia Belanda pada waktu itu). Pada 17 Desember 1960 perusahaan dinasionalisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1958 dengan mengubah namanya menjadi Perusahaan Asuransi PT Djiwa Sejahtera.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 214 tahun 1961, sembilan perusahaan asuransi jiwa yang dimiliki Belanda bergabung dengan perusahaan asuransi negara PT Djiwa Eka Sedahteraa (Djiwasraya).

Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1972, Djiwasraya mengubah statusnya menjadi Asuransi Jiwasraya. Dan, pada 21 Agustus 1984 perusahaan itu menjadi Asuransi Jiwasraya.

AS$1: Rp14.200

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com