Perusahaan asal Malaysia, Ranhill Utilities Bhd, telah mendapat persetujuan dari walikota Bandung untuk membangun dan mengoperasikan pabrik pengolahan air di Indonesia - Photo oleh Ranhill

JAKARTA (TheInsiderStories) – Perusahaan asal Malaysia, Ranhill Utilities Bhd, telah mendapat persetujuan dari walikota Bandung untuk membangun dan mengoperasikan pabrik pengolahan air di Indonesia. Operator tersebut akan terlibat dalam operasi dan pemeliharaan instalasi pengolahan air dengan kapasitas 30 juta liter sehari selama 30 tahun di Jawa Barat.

Perusahaan akan mengembangkan pabrik tersebut bersama dengan mitra lokal, PT Jasa sarana. Kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian usaha patungan sejak tahun lalu. Perusahaan milik pemerintah daerah ini bergerak dan telah berpengalaman dalam infrastruktur termasuk pengembangan daerah.

Disebutkan, kerjasama tersebut termasuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan pembangkit listrik mini hidro. Secara rinci, keduanya akan berkolaborasi untuk mengembangkan konsesi Wilayah Kerja Panas Bumi Cisolok – Cisukarame, proyek mini hidro, dan Regional Cirebon Raya dan Pengelolaan Sampah Regional Legok Nangka.

Bagian dari Jasa Sarana adalah memastikan penyelesaian perjanjian pembelian listrik dengan produsen listrik, PT Perusahaan Listrik Negara. Saat ini, perusahaan regional tersebut memiliki sejumlah proyek seperti Jalan Lingkar Luar Bogor senilai Rp300 miliar, ruas Jalan Cileunyi – Sumedang – DawuanToll, PT Jasa Medivest, dan Pembangkit Listrik Kertamukti Minihidro di Sukabumi, Jawa Barat .

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang nilai investasi proyek, tetapi baru-baru ini Jasa Sarana mendapatkan suntikan pembiayaan investasi non-anggaran lebih dari Rp1 triliun yang akan diarahkan ke proyek-proyek strategis. Untuk menghabiskan dana ini, entitas lokal telah menandatangani kepala perjanjian dengan PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Bonded Logistics.

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, provinsi akan membentuk empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun ini di Sukabumi, Pangandaran, Subang dan Majalengka. Dia menambahkan, investasi untuk membangun KEK tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp80 triliun.

Selain menggunakan anggaran belanja daerah, Pemerintah Jawa Barat perlu dukungan dari para investor. Ia berharap, dengan mendirikan KEK, dapat menyelesaikan masalah logistik di Jawa Barat. Ini juga akan dapat menarik investor asing untuk berinvestasi di provinsi tersebut.

Ia juga berharap, banyak investor asing akan datang ke Jawa Barat mengikuti program pemerintah daerah. Untuk itu, katanya, kantor gubernur akan menawarkan insentif pajak dan dukungan pemerintah untuk membangun KEK.

Sejauh ini, Ridwan mengklaim Jawa Barat sebagai tujuan paling populer bagi investor asing. Itu bisa dilihat dari pencapaian investasi di Jawa Barat yang mencapai Rp137.5 triliun pada 2019.

Ranhill adalah perusahaan induk investasi yang terdaftar di bursa Malaysia, bergerak di sektor pengelolaan air dan pasokan air, pengelolaan air limbah, dan bisnis pembangkit listrik.

AS$1: Rp14.500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com