PT MRT Jakarta, operator kereta api milik pemerintah daerah Jakarta, telah memulai pembangunan proyek kereta api Tahap 2 setelah dihentikan selama pandemi - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories)PT MRT Jakarta, operator kereta api milik pemerintah daerah Jakarta, telah memulai pembangunan proyek kereta api Tahap 2 setelah dihentikan selama pandemi COVID-19. Rute selanjutnya adalah membangun dari Thamrin ke Monas di Jakarta Pusat, yang awalnya direncanakan akan mendarat pada Maret.

“Pembangunan fase II telah dimulai,” kata presiden direktur, William Sabandar, saat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hari ini (07/09) dengan menambahkan panjang Fase 2 adalah sekitar enam kilometer.

Karena kondisi yang memaksa ini, MRT Jakarta telah merevisi tenggat waktu pembangunan Tahap II hingga 30 Maret 2025. Penghentian ini juga turut menunda empat proyek lain yang semula akan dikerjakan secara paralel dengan pembangunan rel kereta api sepanjang 5,8 kilometer itu.

Dia juga melaporkan telah menerima dana sebesar Rp22,5 triliun dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Perusahaan juga tengah mencari dana tambahan Rp7,3 triliun yang telah disampaikan ke parlemen.

MRT Jakarta telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan JICA sejak 2018. Pada tahun itu, JICA meminjamkan sekitar JPY70,21 miliar dengan bunga 0,1 persen dan masa kerja 40 tahun.

Pada tahun 2015, Jepang telah memberikan pinjaman senilai 1,92 miliar Yen untuk layanan rekayasa MRT Jakarta Proyek Jalur Timur-Barat Fase I dan pembangunan MRT Jakarta Tahap 2 senilai JPY75,22 juta.

Perjanjian ini adalah tahap awal sebelum pinjaman ditandatangani oleh JICA dan kementerian keuangan. Pemerintah sendiri telah merilis jejak peta MRT Jakarta dari kereta api fase kedua untuk menghubungkan Hotel Indonesia ke Stasiun Kereta Api Kampung Bandan yang terletak di perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Sabandar menjelaskan, izin MRT Fase 2 ditandatangani oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, pada tahun 2017. Proyek ini memiliki panjang 7,8 kilometer yang akan melewati delapan stasiun.

Tahun lalu, MRT Jakarta telah menyelesaikan pembangunan koridor MRT I Lebak Bulus ke Circle Hotel Indonesia. Bulan Juni lalu, perusahaan telah mendirikan perusahaan patungan (JVC) dengan operator kereta api milik negara, PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengelola transportasi di Jabodetabek.

Entitas baru itu akan dimiliki 51 persen oleh MRT Jakarta dan 49 persen oleh KAI, perusahaan induk dari operator jalur komuter, PT Kereta Commuter Indonesia dan operator kereta bandara PT Railink. Menurut gubernur Jakarta, Anies Baswedan, setiap stasiun diatur untuk kenyamanan para penumpang.

Tidak hanya mengatur transportasi umum, JVC juga mengelola semua stasiun kereta api dan mengembangkan transit-oriented-development di stasiun yang ditunjuk. dia ingin menambah empat hingga lima stasiun terintegrasi di kota.

Sejak tahun lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan untuk mengintegrasikan Jakarta dan manajemen transportasi di sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Proyek-proyek yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp571 triliun.

Jumlah tersebut untuk memenuhi pengembangan MRT dan Light Rail Transit, pemukiman, air bersih, pengelolaan air limbah. Dia mengatakan pembangunan itu tidak dilakukan secara bertahap dari 30-40 tahun. Sementara pembangunan empat kebutuhan pokok akan dipercepat dalam 10 tahun sehingga bisa selesai pada 2030 mendatang.

Widodo menekankan percepatan pengembangan dan pengelolaan transportasi terintegrasi di Jakarta sangat mendesak karena telah menyebabkan kerugian sekitar Rp100 triliun per tahun. Untuk alasan ini, Presiden menekankan, seharusnya tidak ada lagi ego sektoral, ego kementerian, ego regional karena semua yang ada adalah kepentingan nasional.

Dia mengatakan pentingnya mengintegrasikan sistem transportasi perkotaan dengan perencanaan tata ruang. Ia menginginkan konektivitas dan kontinuitas antar moda, baik MRT, LRT, Electric Rail, Trans Jakarta, lalu moda transportasi lainnya. Langkah-langkah ini akan sangat mengurangi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk MRT, Pemerintah Daerah Jakarta mengusulkan perlunya perluasan jaringan dari 16 kilometer saat ini menjadi 223 kilometer. LRT dari 5,8 kilometer hingga 116 kilometer, dan Trans Jakarta dari 431 kilometer menjadi 2.149 kilometers.

AS$1: Rp14.300, JPY107.31

Ditulis oleh Staf Editorial, Email: theinsiderstories@gmail.com