The week ahead starts with China releasing third quarter GDP numbers and ends with flash PMI data providing insights into how the world’s largest economies started the fourth quarter - Photo: Special

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Bank Indonesia diagendakan akan mengumumkan cadangan devisa bulan lalu pada hari ini. Di bulan sebelumnya cadangan devisa Indonesia tercatat senilai AS$130,5 miliar.

Berbagai agenda juga terjadwal hari ini di Indonesia. Presiden Joko Widodo rencananya akan memimpin rapat terbatas terkait proyek jalan tol terkait Proyek Strategis Nasional untuk tahun 2020 – 2024. Kemudian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati akan menjadi pembicara di seminar Bank Dunia.

Dirinya bersama menteri ekonomi lainnya juga diagendakan meluncurkan Program Skema Subsidi Bunga dan Jaminan Modal Kerja untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Sementara, secara global, perhatian masih pada wabah COVID-19 dan masalah geopolitik.

Di sisi lain, dengan minat yang tinggi, kementerian keuangan berencana menaikkan target penerbitan obligasi ritel dengan seri ORI017 menjadi Rp15 triliun dari target awal Rp10 triliun. Dua hari sebelum penutupan masa penawaran, jumlah penawaran yang masuk tercatat sebesar Rp11,4 triliun.

Di Asia, Cina bergabung dengan perjanjian perdagangan senjata global yang ditolak oleh Amerika Serikat (AS). Pesaingnya ini juga “menampar” pemerintahan Donald Trump dengan menuduhnya melakukan intimidasi, unilateralisme, dan melemahkan upaya untuk memerangi tantangan global.

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump berniat mencabut status Amerika sebagai penandatangan kesepakatat tersebut di Perserikatan Bangsa Bangsa.

Masih dari AS, aktivitas industri jasa dilaporkan naik tajam pada Juni lalu, hampir kembali ke tingkat pandemi pra-COVID-19. Sementara, ekonomi Tiongkok kembali pulih dan pasar modalnya menarik dana investor masuk kembali dan menciptakan suasana pasar yang sehat.

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,3 persen ke posisi Rp4.988 dan Rupiah menguat 0,23 persen ke level 14.490 terhadap Dolar AS. Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.930 – 4.960 dan mata uang Garuda antara Rp14.450 – Rp14.550 per Dolar AS.

Para analis mengatakan, dengan berkurangnya permintaan Dolar AS, tekanan terhadap Rupiah mulai berkurang. Namun, penyebaran sentimen COVID-19 di AS masih membayangi dan kapan saja dapat mendorong sentimen risk-off di pasar.

Untuk hari ini, mereka merekomendasikan PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM), PT Astra International Tbk (IDX: ASII), PT indofood Sukses Makmur Tbk (IDX: INDF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI), PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (IDX: ACES).

Lalu, PT Alam Sutera Realty Tbk (IDX: ASRI), PT Gudang Garam Tbk (IDX: GGRM), PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA), PT AKR Corporindo (IDX: AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (IDX: ANTM), PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP), PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO), dan saham PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA) untuk diperhatikan.

Semoga Anda mendapatkan Hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Berita Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia