Bank Indonesia has schedule to releases the position of foreign exchange reserves of the country until July 2020 - Photo: Special

JAKARTA (TheInsiderStories) – Selamat Pagi! Setelah melakukan pertemuan dua hari, hari ini Bank Indonesia akan mengumumkan kebijakan moneter terbaru mereka. Bulan lalu, bank sentral memutuskan memangkas Seven-Days Reverse Repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen, suku bunga Deposit Facility menjadi 3,50 persen, dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,0 persen.

Pada hari yang sama, lembaga tersebut juga akan merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia pada Mei 2020. Agenda lainnya adalah rapat pemegang saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BEI: READ), PT Jembo Cable Company Tbk (IDX: JECC), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (IDX: JKON), PT London Sumatera Indonesia Tbk (IDX: LSIP), PT Bank Mayapada International Tbk (IDX: MCOR), dan PT Millenium Pharmacon International Tbk (IDX: SDPC).

Pasar juga menunggu serangkaian data ekonomi China, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua negara itu dan produksi industri untuk Juni. Rilis data akan ditunggu sebagai petunjuk tentang pemulihan ekonomi China dari COVID-19.

Masih dari Negeri tirai bambu tersebut, Beijing mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap institusi dan individu Amerika Serikat (AS) setelah pencabutan status khusus yang diberikan oleh pesaingnya ke Hong Kong. Sekretaris negara AS, Mike Pompeo mengatakan, akan mendukung negara-negara yang mengakui bahwa Cina melanggar klaim teritorial mereka di wilayah Laut Cina Selatan.

Dia juga menyatakan, bahwa Washington akan memberikan bantuan baik oleh badan multilateral, bantuan hukum, dan semua yang bisa dilakukan untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan Pompeo ini adalah sikap keras terakhir oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menantang Cina, yang dijadikan musuh menjelang pemilihan presiden November.

Di pasar komoditas, harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan setelah Trump mengindikasikan ia tidak ingin menambahkan sanksi lebih banyak ke Cina. Pada hari Rabu, harga kontrak minyak Indeks Texas Barat pada Agustus 2020 naik menjadi AS$41,20 per barel. Sementara, kontrak minyak Brent September melonjak ke $43,79 per barel.

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan turun tipis 0,07 persen ke posisi 5.075.798 dan Rupiah anjlok 0,95 persen menjadi 14.588 per Dolar AS dari hari sebelumnya. Analis menilai pelemahan keduanya didominasi oleh banyak berita negatif dari luar. Mulai dari berita ekonomi Singapura hingga mengalami resesi hingga data ekonomi di Eropa dan AS lesu.

Hari ini mata uang lokal diperkirakan akan bergerak antara 14.500 – 14.600 terhadap Dolar Amerika dan indeks saham antara 5.043 – 5.095. Saham yang dapat dipantau hari ini adalah PT PP Tbk (IDX: PTPP), PT Jasa Marga Tbk (IDX: JSMR), PT Bank Centra Asial Tbk (IDX: BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (IDX: BBRI)

Kemudian, PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI), PT CIMB Niaga Tbk (IDX: BNGA), PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM), PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP), PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO), PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI). dan LSIP.

Semoga Anda mendapatkan hari yang menguntungkan!

Ditulis oleh Linda Silaen dan Tim TIS Intelligence. Silakan Baca Wawasan Kami untuk Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut tentang Indonesia