PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX: MEDC) mengincar dana segar lebih dari Rp3 triliun dari penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu, kata perseroan, Senin (27/7) - Photo by Medco Power

JAKARTA (TheInsiderStories) – Emiten di sektor minyak dan gas, PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX: MEDC) mengincar dana segar lebih dari Rp3 triliun dari penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu, kata perseroan, Senin (27/7). Perseroan menjual sebanyak-banyaknya 7,5 miliar saham baru dalam program tersebut.

Harga saham perusahaan milik keluarga Panigoro tesebut pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di level Rp466 per saham. Dikatakan, para pemegang saham telah menyetujui rencana penambahan modal tersebut pada 25 Juni 2020.

Saat ini, saham MedcoEnergi dipegang oleh PT Medco Daya Abadi 50,01 persen, Diamond Bridge Pte Ltd 21,38 persen, PT Medco Duta 0,19 persen,  PT Multidfabrindo 0,04 persen, dan investor publik 27,98 persen.

“Jika hasil saham ini tidak diambil seluruhnya oleh masyarakat, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel,” kata perusahaan dalam keterangan resminya.

Dana dari hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk modal kerja MedcoEnergi atau anak perusahaan. Baru-baru ini, perusahaan migas memutuskan memangkas belanja modal yang semula sebesar AS$340 juta (Rp4.93 triliun) menjadi hanya sebesar $240 juta.

Dari total tersebut, sebesar $180 juta akan dialokasikan untuk segmen minyak dan gas, sedangkan $60 juta untuk segmen kelistrikan. Lebih rinci, sebanyak $117 juta diantaranya digunakan untuk proyek PSC, $21 juta untuk proyek non-PSC, dan $42 juta untuk biaya eksplorasi. Emiten yang bergerak di sektor migas ini menargetkan mampu memproduksi minyak dan gas sebesar 100 milion barrel oil of equivalent per day.

Keberadaan MedcoEnergi berawal dari pendirian PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company (MEDCO) yang didirikan pada tahun 1980 dan kemudian masuk bursa pada 6 Desember 1994. Setahun berikutnya, perseroan mengakuisisi Stanvac Indonesia dan masuk ke bisnis hilir pada 1997.

Tahun 2018, perseroan masuk ke Yaman dengan mengakuisisi Blok 82 dan 83 dan tahun 2010 mendapatkan operatorship di Libya dan membuat 3 temuan, yakni perpanjangan kontrak 20 tahun untuk Blok South & Central Sumatra, Blok A, dan Blok Bawean, Indonesia.

Tahun 2014, MedcoEnergi berhasil mengakuisisi delapan wilayah kerja minyak dan gas di Tunisia, melalui akuisisi Storm Venture International (Barbados) Ltd. Tahun lalu, perusahaan telah menyelesaikan penjualan beberapa aset non-inti, termasuk Tunisia, Meksiko Blok 5, melakukan monetisasi pinjaman pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Perusahaan telah menjual 10 persen saham di PT Amman Mineral Internasional (AMI), operator tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat ke PT Sumber Mineral Citra Nusantara senilai $202 juta. Pembeli diduga terkait dengan Grup Bakrie.

Divestasi saham membuat kepemilikan perusahaan di AMI turun menjadi 29,35 persen dari awalnya 39,35 persen. Unit ini mengendalikan 82,2 persen saham AMNT, yang mencakup 25 ribu hektar di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat setelah diakuisisi pada November 2016. Perusahaan ini awalnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara.

Selain AMN, produsen berencana untuk melepaskan asetnya di Libya (Blok 47). Perusahaan yang terdaftar secara publik telah mengirimkan surat meminta persetujuan untuk pembukaan informasi teknis kepada beberapa calon pembeli blok ke Pemerintah Libya.

US$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com