Maloy Special Economic Zones in East Kalimantan - Photo: Privacy

JAKARTA (TheInsiderStories) - Indonesia akan membangun dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru senilai Rp22,2 triliun setelah Dewan Nasional KEK menyetujui Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT), keduanya berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau, sebagai KEK baru di negara tersebut.

“Kedua lokasi telah disetujui untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus setelah memenuhi persyaratan,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (07/10), menambahkan Dewan Nasional akan segera merekomendasikannya kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan usulan tersebut dengan Peraturan Pemerintah.

Segera setelah ditetapkan, KEK diberikan maksimal 3 tahun sampai siap untuk beroperasi dan evaluasi pembangunan dilakukan setiap tahun. Kawasan ekonomi baru diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong ekonomi negara, kata Airlangga.

Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK, menjelaskan Nongsa Digital Park memiliki 166,45 hektar dengan total investasi Rp16 triliun. Ini termasuk Investasi Pembangunan Daerah Rp1,092 triliun, dan penyewa Rp14,908 triliun. Kawasan ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 16.500 orang.

Sementara Batam Aero Technic memiliki luas 30 hektar dengan kegiatan utama pada industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). Nilai investasi kawasan tersebut sebesar Rp6,2 triliun hingga 2030. Kawasan ini diperkirakan akan menyerap 9.976 tenaga kerja pada tahun 2030.

PT. Taman Resor Internet, anak perusahaan PT. Citra Agramasinti Nusantara adalah pengusul Digital Nongsa Pork. Perusahaan ini telah lama bermain di industri pariwisata, kreatif & IT, dan kawasan industri. Kawasan ini dianggap siap karena lahannya telah dikontrol dan penunjukannya sesuai dengan Keputusan Presiden No. 87 tahun 2011.

Kawsan ini diharapkan menjadi titik masuk bagi perusahaan IT internasional dari Singapura dan negara lain. Diproyeksikan dapat menghemat devisa dalam bisnis digital hingga Rp30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari pusat data dan sektor pendidikan internasional.

Sementara itu, PT Batam Teknik adalah pengusul Batam Aero Technic. Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 2014 di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, sebagai penyedia layanan pemeliharaan dan perbaikan pesawat. Perusahaan telah dikenal karena pelayanannya pada layanan pemeliharaan Lion Air Group.

Kawasan ini diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga 70 persen dari kebutuhan maskapai penerbangan negara senilai Rp26 triliun per tahun yang telah mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah, diharapkan dapat mengambil peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 pesawat dan nilai bisnis US$100 miliar pada tahun 2025.

Ditulis oleh Lexy Nantu, Email: lexynantu@theinsiderstories.com