Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun, kata perusahaan dalam resminya hari ini (16/7) - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun, kata perusahaan dalam publikasinya hari ini (16/7). Manajemen perseroan menyebutkan obligasi ini akan ditawarkan kepada investor pada 16 – 30 Juli 2020.

Penjatahan dan distribusi obligasi secara elektronik direncanakan pada 24 dan 26 Agustus 2020. Sementara target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Agustus 2020. Obligasi ini terdiri dari Seri A , B, dan C dengan jangka waktu masing-masing 3, 5, dan 7 tahun. Namun, manajemen TPIA belum menetapkan jumlah pokok obligasi dan suku bunga dari berbagai seri tersebut.

Chandra Asri telah menunjuk penjamin emisi yakni PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi efek. Manajemen menyebutkan dana dari penerbitan obligasi ini seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Dalam keterbukaan informasi ke regulator, Fransiskus Ruly Irawan, Direktur perusahaan mengungkapkan perusahaan sebagian dari belanja modal perusahaan akan digunakan untuk meningkatan kapasitas produksi dan diverifikasi produk.

Januari lalu, Chandra Asri menawarkan obligasi berkelanjutan tahap ketiga pada 2020 dengan jumlah total Rp750 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,7 persen per tahun. Pada tahun 2018, perusahaan telah menawarkan obligasi tahap pertama sebesar Rp500 miliar, diikuti oleh fase kedua senilai Rp750 miliar tahun lalu.

Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis, kata perusahaan. Dana tahap pertama telah sepenuhnya terserap, sedangkan tahap kedua belum sepenuhnya terealisasi. Produsen mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi bisnisnya.

Sebelumnya, Chandra Asri mempertimbangkan untuk melepas sebanyak 7,17 miliar saham tahun ini, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut tentang target dana dari rights issue. Semua dana tersebut akan digunakan untuk membangun kompleks petrokimia baru yang dimiliki oleh unitnya, PT Chandra Asri Perkasa, di Cilegon, Jawa Barat.

Proyek baru ini memperkirakan kebutuhan investasi bernilai sekitar Rp80 triliun. Selain itu, rights issue, Chandra Asri juga mencari investor strategis untuk mendanai proyek tersebut.

Tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik polietilen baru milik perusahaan publik di Cilegon. Chandra Asri menghabiskan $ 380 juta untuk membangun pabrik dengan total kapasitas produksi 400.000 ton per tahun.

Dengan penambahan pabrik baru, kapasitas produksi perusahaan meningkat menjadi 736 ribu ton per tahun. Di lokasi yang sama, unit Barito Pacific, sekarang dalam proses untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua.

Pabrik tersebut memproduksi polietilen yang merupakan bahan baku untuk mendukung produk-produk infrastruktur dan sejumlah industri lainnya dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Menurut Presiden Direktur, Erwin Ciputra, pabrik ini diharapkan menjadi substitusi impor dan menghemat devisa negara sebesar Rp8 triliun. Dia menambahkan, pabrik baru itu juga telah menerima kebijakan tax holiday dari pemerintah.

Dari tahun 2005 hingga 2019, perusahaan juga telah merealisasikan investasi sebesar Rp28 triliun dengan berbagai kegiatan ekspansi kapasitas, debottlenecking, dan pembangunan pabrik baru. Pada tiga bulan pertama tahun ini, Chandra Asri masih mengalami kerugian bersih sebesar AS$17,84 juta atau sekitar Rp250 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang menghasilkan laba bersih $17,27 juta.

Pendapatan anak usaha Barito Pacific ini juga mengalami penurunan dari $552,22 juta menjadi $476,83 juta. Hingga akhir 2019, komposisi pemegang saham terdiri dari Barito Pacific 41,88 persen, Thailand ‘SCG Chemicals Co. Ltd. 30,57 persen, Prajogo Pangestu 13,99 persen, Marigold Resources Pte. 4,75 persen, dan publik 8,81 persen.

US$1 = Rp14.300

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com