Traveloka, dikabarkan telah menerima dana investasi senilai AS$250 juta atau setara Rp3,62 triliun dari Qatar Investment Authority (QIA), global media melaporkannya hari ini (28/7) - Photo by the Company

JAKARTA (TheInsiderStories) – Layanan pemesanan perjalanan, Traveloka, dikabarkan telah menerima dana investasi senilai AS$250 juta atau setara Rp3,62 triliun dari Qatar Investment Authority (QIA), global media melaporkannya hari ini (28/7). Selain lembaga investasi asal Qatar, East Ventures juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan baru itu.

Sejak tahun lalu, perusahaan perintis di bidang travel ini telah mengumumkan berniat mencari pendanaan hingga $500 juta. Di tahun 2018, QIA menandatangani Nota Kesepahaman dengan pemerintah Indonesia terkait investasi senilai yang sama di sektor pariwisata.

Perjanjian itu ditandatangani oleh CEO QIA, Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al-Thani dan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta. Dia mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan proyek pariwisata yang terdapat dalam 10 Destinasi Pariwisata oleh Indonesia yang diproyeksikan sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tahun 2030.

“Rencana Indonesia untuk membangun dan mengembangkan industri pariwisata menjadi peluang yang menarik bagi QIA untuk memperkuat portofolio investasi di dunia, terutama di bidang pariwisata,” kata Al-Thani pada saat itu.

Traveloka saat ini tersedia di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Perusahaan mengklaim bahwa aplikasinya telah diunduh lebih dari 40 juta kali dan telah bermitra dengan lebih dari 100 maskapai domestik dan internasional.

Dengan suntikan dana itu, Traveloka kini memiliki valuasi sekitar $3 miliar. Sejauh ini, perusahaan ini telah mengumpulkan total pendanaan senilai $920 juta.

Suntikan modal terbaru yang didapat pada April lalu senilai $420 juta yang dipimpin oleh perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, GIC Pte Ltd. Adapun investor Traveloka sebelumnya yakni raksasa perjalanan AS, Expedia, serta peritel online China JD.Com.

Baru-baru ini, bisnis perusahaan terhantam COVID-19 hingga merumahkan banyak karyawan dan memutus beberapa kontrak kerjasama. Setelah pembatasan perjalanan mulai mereda di kawasan Asia Tenggara, manajemen perusahaan perintis yang berbasis di Jakarta menegaskan ada sinyal pemulihan seiring dengan kembali dibukanya aktivitas ekonomi.

“Bisnis kami di Vietnam telah kembali ke level 100 persen sebelum COVID-19 dan Thailand telah melampaui 50 persen sebelum adanya pandemi,” kata co-founder & CEO perusahaan, Ferry Unardi, dalam sebuah pernyataan resminya.

Traveloka adalah perusahaan travel terkemuka di Asia Tenggara yang menyediakan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu platform. Situs resminya menyebutkan, Traveloka bekerja sama dengan lebih dari 100 maskapai domestik dan internasional, dan melayani lebih dari 200.000 rute penerbangan ke seluruh dunia.

Pada tahun 2017, Traveloka telah menerima investasi sekitar $500 juta dari East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital. Startup ini juga mendapat dana segar dari Expedia $350 juta pada Juli 2017.

Sementara, QIA memiliki investasi besar di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, yaitu PT Indosat Ooredoo Tbk (IDX: ISAT). Perusahaan ini menawarkan layanan telepon seluler prabayar dan pasca-bayar, layanan telepon tetap, nirkabel tidak bergerak, dan layanan telepon tidak bergerak.

Mereka juga mempunyai kepemilikan di PT Bank QNB Indonesia Tbk (IDX: BKSW). Lembaga ini didirikan oleh pemerintah Qatar pada tahun 2005 dan berkantor pusat di Doha. Misinya adalah untuk berinvestasi, mengelola, dan mengembangkan cadangan Qatar untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi generasi berikutnya.

AS$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com