Home TISIndonesia Peter Tanuri Tingkatkan Kepemilikan di Indomobil via Rights Issue

Peter Tanuri Tingkatkan Kepemilikan di Indomobil via Rights Issue

Peter Tanuri, melalui perusahaannya, PT Bina Raya Perkasa, akan menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan produsen mobil, PT Indomobil Sukses Makmur Tbk (IDX: IMAS), kata perusahaan dalam pengumumannya hari Jumat ( 07/03) - Photo: Spesial

JAKARTA (TheInsiderStories) – Peter Tanuri, melalui perusahaannya, PT Bina Raya Perkasa, akan menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan produsen mobil, PT Indomobil Sukses Makmur Tbk (IDX: IMAS), kata perusahaan dalam pengumumannya hari Jumat ( 07/03). Unit dari Grup Salim ini berencana untuk melepaskan hingga 1,23 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp500 – 600 per unit.

Pemilik klub sepakbola, Bali united ini, akan membeli 878,56 juta saham Indomobil dengan nilai hingga Rp527,14 miliar. Mantan pemegang saham pengendali pembuat ban, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (IDX: MASA) tersebut adalah pemegang saham perusahaan bersama dengan tiga perusahaan asal Singapura, Gallant Venture Ltd., yang juga dimiliki oleh Grup Salim, Grup Keppel, dan Grup JTC.

Partner dari Peter tidak akan menyerap saham baru dan berencana untuk mentransfer semua hak mereka ke Bina Raya Perkasa. Menurut Presiden Direktur Indomobil, Jusak Kertowidjojo, pembeli siaga adalah perusahaan yang berfokus pada bisnis konsultasi manajemen, dimana ia juga menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan tersebut.

Setelah transaksi, kepemilikan Gallant Venture akan menurun dari 71,49 persen menjadi 49,49 persen dan Bina Raya 22 persen.

Tahun lalu, Indomobil mendivestasi saham Multistrada ke Grup Michelin senilai Rp1,51 triliun. Perusahaan menjual saham melalui anak perusahaannya, PT Central Sole Agency, PT IMG Sejahtera Langgeng, dan PT Indomobil Prima Niaga.

Pada 23 Januari 2019, pabrikan ban asal Prancis tersebut mengakuisisi 80 persen saham MASA dengan harga $ 439 juta. Akuisisi ini dilakukan oleh pembuat ban untuk memperkuat pasar yang berkembang di Indonesia.

Menurut CEO, Jean-Dominique Senard, akuisisi tersebut merupakan peluang yang tepat bagi Michelin untuk memperluas pasarnya di Indonesia. Dia mencatat, “Indonesia sebagai populasi tertinggi di Asia Tenggara memiliki potensi pasar yang berkembang.”

Peter percaya bahwa Michelin adalah mitra yang tepat bagi Multistrada untuk menghadapi masa depan. Pembuat ban, mengatakan akan memperkuat kehadirannya di pasar domestik dengan memanfaatkan keahlian teknis dan investasi baru yang terbatas.

Secara bertahap, Mulitstrada akan mengubah produksi ban kendaraan penumpang dari kualitas level ketiga ke level kedua di bawah merek Michelin. Dengan demikian, ini akan mendorong pertumbuhan permintaan ban kualitas 2 di Eropa, Amerika Utara dan Asia.

AS$1: Rp14.100

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com