PT MNC Vision Networks Tbk (IDX: IPTV) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 2,46 miliar saham guna melunasi kewajiban anak usaha - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IDX: IPTV) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 2,46 miliar saham guna melunasi kewajiban anak usaha. Diperkirakan pengelola kabel TV ini akan meraup dana segar Rp848.13 miliar dari program ini.

Asumsi ini berdasarkan harga saham perseroan yang bertengger di level Rp 344 per saham pada hari ini. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan hari ini, operator tersebut menyatakan dana hasil dari penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk melunasi pinjaman PT MNC SKY Vision Tbk (IDX: MSKY) dan PT MNC Kabel Mediacom serta  meningkatkan modal kerja anak usaha.

MNC Vision akan meminta persetujuan aksi korporasi ini dalam rapat pemegang saham luar biasa yang digelar hari ini. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dipastikan akan mengalami dilusi sebanyak-banyaknya 6,54 perseron.

Perusahaan yang memiliki fokus bisnis pada TV berbayar, fixed broadband dan layanan konten digital ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun lalu. Padas saat itu, anak usaha Grup MNC ini menetapkan harga sahamRp 240 per unit.

Saat pencatatan saham perdana, MNC Vision melepas 3,52 miliar atau 10 persen dari modal yang dikeluarkan dan disetor penuh, dimana setiap saham berhak atas satu waran untuk membeli satu lembar saham perusahaan dengan harga Rp288 per unit. Perseroan meraih dana Rp845.20 miliar dari aksi korporasi ini.

Setelah pencatatan saham, PT Global Mediacom Tbk (IDX: BMTR), sebagai perusahaan induk, masih mempertahankan 90 persen kepemilikan di penyedia layanan TV berbayar tersebut. French ‘Vivendi SA atau Hong Kong’ Argyle Street dikabarkan ikut ambil dalam penyerapan saham perdana tersebut.

Vivendi dilaporkan berencana memiliki 50 persen saham perusahaan milik keluarga Tanoesudibjo secara bertahap. Untuk tahap pertama, Vivendi akan berinvestasi 20 persen dan sisanya akan dieksekusi melalui penawaran sahama perdana. Tindakan ini diperkirakan bernilai sekitar $500 juta (Rp7.25 triliun).

Tahun lalu, perseroan telah menyelesaikan akuisisi 60 persen saham penyedia TV kabel lainnya, K-Vision, yang merupakan operator televisi berbayar dengan teknologi satelit KU-band dan fokus pada pelanggan kalangan menengah ke bawah.

Perjanjian tersebut dianggap menambah 120.000 pelanggan baru per bulan dari grup milik Hary, tidak termasuk pertumbuhan pelanggan dari tiga anak usahanya, MNC Sky Vision, MNC Play, dan MNC Now. Menurut direktur utama perseroan, Ade Tjendra, prioritas perusahaan adalah untuk mengkonsolidasikan industri dengan mengurangi jumlah pemain di pasar.

AS$1: Rp14,500

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com