AP II Tawarkan 49% Saham Kualanamu kepada Investor Strategis

PT Angkasa Pura II atau AP II menawarkan sebagian saham Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara kepada calon mitra strategis, kata Direktur Utama kemarin (07/16) - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Badan Usaha Milik Negara, PT Angkasa Pura II atau AP II menawarkan sebagian saham Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara kepada calon mitra strategis, kata Direktur Utama kemarin (07/16). Untuk merealisasikan rencana ini perseroan telah menerbitkan Final Request for Proposal kepada calon investors.

Nantinya, pengelola bandara ini dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi yang menjadi pengelola Bandara Kualanamu. AP II berencana menawarkan kepemilikan kepada mitra strategis hingga 49 persen.

Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan bersama mitra strategis akan berperan dalam mengembangkan, meningkatkan fasilitas, hingga mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan Bandara Kualanamu dalam jangka waktu 25 tahun.

Bersama mitra strategis, tuturnya, perseroan yakin Bandara Kualanamu dapat membangun jaringan penerbangan yang kuat untuk memposisikan diri sebagai hub internasional di bagian barat Indonesia dengan berbagai infrastruktur pendukung. Direktur transformasi & portofolio strategis, Armand Hermawan, menambahkanm pengumuman investor terpilih akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020.

Untuk tahap I, ujarnya, AP II dan partner akan peningkatan kapasitas penumpang bandara tersebut dari saat ini 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun. Lalu tahap II menjadi 30 juta penumpang per tahun, dan 42 juta penumpang per tahun pada tahap ketiga.

“Pada pengembangan Tahap I, belanja modal yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun,” kata Armand  sambil menambahkan hingga Tahap III, investasi yang dibutuhkan sebesar Rp12 triliun.

Selain perluasan kapasitas terminal, pengembangan Bandara Kualanamu juga mengarah ke konsep Aerotropolis dengan berbagai gedung komersial di atas lahan 200 hektare antara lain theme park, logistic park, factory outlet, maintenance repair & overhaul (MRO) facility serta komplek perdagangan.

Bandaraini terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno–Hatta di Jakarta dan Kertajati di Majalengka Jawa Barat. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dan diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya.

Bandara Kualanamu ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan. Pemindahan bandara ke Kualanamu telah direncanakan sejak tahun 1992. Bandara ini dibuka pada 25 Juli 2013.

Saat ini, bandara tersebut dapat menampung 8,1 juta-penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun. Setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun. Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektare dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektare dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektaree.

Bandara Kualanamu memiliki panjang landas pacu 3,75 kilometer yang cocok untuk didarati pesawat sebesar Boeing 777 dan mempunyai delapan garbarata. Bandara ini sanggup didarati oleh pesawat penumpang Airbus A380, Antonov An-225, dan Boeing 747-8. Bandara ini adalah bandara keempat di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Surabaya, Jakarta, dan Batam.

DItulis ole Staff Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com