JAKARTA (TheInsiderStories) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya memilih Doni Primanto Joewono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah menjalani tes kelayakan pekan lalu. Joewono dipilih berdasarkan konsensus oleh anggota Komisi XI DPR, Senin (13/7). Joewono dipilih dari dua kandidat lain Aida S. Budiman dan Juda Agung.

Nama-nama tiga kandidat untuk jabatan wakil gubernur BI diusulkan oleh Presiden Joko Widodo ke DPR sebagai pengganti Erwin Rijanto, yang telah mengakhiri masa baktinya pada Juni 2020.

Saat ini, Agung adalah Wakil Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makrorudensial, Budiman adalah Wakil Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, dan Joewono adalah Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia. Setiap anggota DPR pekan lalu mempertanyakan kandidat untuk jabatan wakil gubernur BI dengan hanya 5 menit untuk setiap pertanyaan.

Dalam presentasinya tentang uji kelayakan, Joewono menegaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memulihkan ekonomi negara yang tertekan oleh pandemi COVID-19.

“Digitalisasi bantuan sosial sangat efektif, terutama dalam kondisi COVID-19, ini untuk mendorong ekonomi sehingga bantuan sosial diterima dan menggerakkan perekonomian,” katanya.

Joewono yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia BI juga mengusulkan elektronifikasi di pemerintah daerah yang diklaim dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Dia juga menyampaikan mitigasi risiko terkait digitalisasi, terutama terkait penyalahgunaan data konsumen dan pelanggaran dunia maya. Menurutnya, risiko dapat diminimalisir dengan mencari keseimbangan antara upaya mengoptimalkan peluang melalui inovasi digital.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan membawa implikasi risiko yang harus dimitigasi sebanyak mungkin,” katanya.

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Joewono tengah menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Sumber Daya Manusia BI. Karirnya di bank sentral dimulai pada 1991. Dia pernah ditempatkan di Departemen Manajemen Moneter, dan kemudian di Statistik. Joewono juga bertugas di Kantor Perwakilan BI London dan kemudian di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Ia juga menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI di Jawa Barat dan Kepala Kantor Perwakilan BI di DKI Jakarta.

Ditulis oleh Lexy Nantu, Email: lexynantu@theinsiderstories.com