The Korean Development Bank (KDB), mengambilalih mayoritas saham emiten multifinance PT Tifa Finance Tbk (IDX: TIFA) dari pemegang saham utama - Photo by the Company

JAKARTA (TheInsiderStories) – The Korean Development Bank (KDB), mengambilalih mayoritas saham emiten multifinance PT Tifa Finance Tbk (IDX: TIFA) dari pemegang saham utama. Bank plat merah asal Korea Selatan itu akan mengakuisisi 870.763.100 saham atau 80,65 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Mengacu data laporan keuangan Maret 2020, pemegang saham TIFA adalah PT Dwi Satrya Utama, Tan Chong Credit Pte Ltd Singapura, dan publik. Dalam pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyatakan, rencana pengambilalihan akan dilaksanakan sesua dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Manajemen TIFA mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu 14 hari terhitung sejak tanggal pengumuman ini, pihak-pihak yang berkepentingan termasuk kreditor atau pihak ketiga lainnya dapat mengajukan keberatan secara tertulis disertai alasan kepada perseroan atas rencana pengambilalihan ini.

Perseroan belum mengungkapkan nilai akuisisi dari saham tersebut. Namun, mengacu pada harga terakhir perdagangan kemarin, saham emiten ini bertengger di posisi Rp 244 per saham. Berdasarkan acuan ini, maka nilai akuisisi ini diperkirakan bisa mencapai Rp212 miliar.

Sejak tahun lalu, KDB telah mengumumkan ingin mengakuisisi Tifa Finance. Mereka telah melihat peluang untuk mendiversifikasi portofolionya di kawasan Asia Tenggara dengan menargetkan perusahaan keuangan yang memiliki lisensi.

Ini juga bagian dari upaya KDB untuk melihat di luar pasar keuangan Korea yang sangat kompetitif di mana bank komersial dan bank kebijakan menghadapi kesulitan dalam menghasilkan arus kas positif di tengah suku bunga rendah.

Saat ini, KDB sudah beroperasi di Indonesia melalui perusahaan sekurita, PT eTrading Securities secara tak langsung dan telah berganti nama menjadi PT KDB Daewoo Securities. Kemudian perusahaan sekuritas lain asal Korea Selatan, Mirae Asset Securities akhirnya membeli Daewoo Securities dari KDB senilai 2,39 triliun Won (Rp28.97 triliun) dan kemudian berganti nama menjadi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. 

KDB adalah salah satu bank BUMN di Korsel yang didirikan sejak 1954. Terlepas dari kantornya di Hong Kong, KDB mengoperasikan kantor di Bangkok, Kota Ho Chi Minh, Yangon dan Manila. Ini mendirikan kantor di Indonesia pada bulan Februari, 2019.

Didirikan pada tahun 1989, Tifa Finance berlokasi di Jakarta dan menawarkan berbagai layanan keuangan, termasuk leasing dan pembiayaan konsumen. Berdasarkan data laporan keuangan per 31 Maret 2020, aset perusahaan tercatat sebesar Rp1,19 triliun.

Di periode yang sama, laba tahun berjalan Rp6,67 miliar, atau turun dari tahun lalu senilai Rp8,03 miliar.

1 Won: Rp12.12

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com