PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk - Foto: Doc CCB.

JAKARTA (TheInsiderStories) – Grup Sinarmas berencana masuk menjadi pemegang saham PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (IDX: MCOR) atau CCB Indonesia. Hal ini terungkap dalam prospektus yang disampaikan perusahaan hari ini.

Rencananya grup milik keluarga Widjaja ini akan masuk lewat PT Sinar Mas Multiartha Tbk (IDX: SMMA) yang akan menjadi pembeli siaga dari penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari salah satu bank lokal tersebut.

Dalam prospektus disebutkan bahwa harga pelaksanaan rights issue Rp150 per saham atau senilai total Rp3.19 trillion. Harga saham ini lebih tinggi dari harga rata-rata saham CCB Indonesia pada perdagangan Jumat pekan lalu di level Rp 133 per unit.

Ditambahkan, Setiap pemegang 100 saham lama perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Sahama perseroan berhak atas 128 saham baru, dimana satu saham baru berhak untuk membeli 1 saham baru lagi. “Sinar Mas Multiartha akan membeli seluruh sisa saham yang tidak terjual pada harga pelaksanaan tersebut,” tulis manajemen.

Kabar ini membuat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) langsung memberikan peringkat idAAA (Triple A) dengan prospek stabil. “Pefindo memutuskan memberikan peringkat idAAA dengan stable outlook terhadap CCB Indonesia sejak 24 Juni 2020 sampai dengan 1 Juni 2021,” kata Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra, dalam pernyataan resmi, yang dilansir Senin (6/7).

Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2020 dan per 31 Desember 2019. Pefindo menyatakan, peringkat atas CCB Indonesia tidak berlaku untuk suatu efek utang tertentu yang dikeluarkan perusahaan, karena tidak memperhitungkan struktur serta berbagai ketentuan dari efek utang tersebut, tingkat perlindungan dan posisi klaim dari pemegang efek utang bila emitennya mengalami likuidasi, serta legalitasnya.

Di samping itu, katanya, peringkat atas perusahaan tidak memperhitungkan kemampuan penjamin, pemberi asuransi, atau penyedia credit enhancement lainnya yang ikut mendukung suatu efek utang tertentu. Sebelumnya, CCB Indonesia mengumumkan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 21,29 miliar saham baru.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan untuk memperkuat modal bank itu merupakan 56,14 persen dari jumlah saham yang beredar setelah PUT tersebut. Sementara, Sinar Mas Multiartha siap menjadi pembeli siaga dan menyerap sisa saham baru miik perusahaan jika para pemegang saham lama tidak merealisasikan haknya untuk menebus saham baru ini.

CCB Indonesia adalah hasil merger dari PT Bank Windu Kentjana International Tbk dan PT Bank Antardaerah pada 2016.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com