PT Golden Energy Mines Tbk (IDX: GEMS) tawarkan saham baru (HMETD) sebanyak- banyaknya 588.24 juta saham baru atau 10 persen dari modal disetor, kata perusahaan hari ini - Photo by the Company

JAKARTA (TheInsiderStories) – Emiten tambang milik Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (IDX: GEMS) tawarkan saham baru (HMETD) sebanyak- banyaknya 588.24 juta saham baru atau 10 persen dari modal disetor, kata perusahaan hari ini (06/07). Langkah ini diambil untuk memenuhi kewajiban penambahan saham di pasar modal.

Menurut kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan perusahaan terbuka oleh publik minimal 7,5 persen atau setidaknya 50 juta saham. Otoritas telah mensuspensi saham perusahaan sejak January 2018 disebabkan tidak memenuhi aturan tersebut. Saat ini, mayoritas saham Golden Energy owned dimiliki oleh Resources Limited 66,99 persen dan GMR Coal Resources Pte. Ltd., 30 persen.

Golden Energy Mines belum memutuskan harga pelaksanaan rights issue tersebut. Namun, dengan asumsi harga saham di level Rp 2.550 per saham, maka estimasi dana hasil rights issue sekitar Rp1,5 triliun. Penambahan modal ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan dan mengundang investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di dalam perusahaan.

“Setelah pelaksanaan Penambahan Modal dengan HMETD, maka pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, persentase kepemilikan saham secara keseluruhan akan terdilusi sebesar maksimum 9 persen,” kata perusahaan dalam keterangan resminya hari ini.

Juni lalu, Golden Energy Mines baru mendapatkan fasilitas penambahan kredit modal kerja sebesar US$ 29,50 juta atau sekitar Rp 416,46 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (IDX: BMRI) untuk anak usaha perseroan, yakni PT Borneo Indobara, PT Kuansing Inti Makmur dan PT Barasentosa Lestari. Manajemen menegaskan dana hasil pinjaman kredit modal kerja ini akan dipakai untuk memperkuat dan meningkatkan performa operasional perseroan.

Perusahaan telah mendapatkan peringatan dari BEI dan terancam delisting karena jumlah saham perseroan yang beredar di publik kurang dari ketentuan. Otoritas bursa memberikan tenggat waktu hingga 31 Oktober 2020 kepada perseroan untuk menambah kepemilikan saham di pasar.

Golden Energy is engaged in the business of trading sector of mining products and services. On March 13, 1997 the company was established under the name of PT Bumi Kencana Eka Sakti, which was later changed to Golden Energy Mines on Nov. 16, 2010.

On Nov. 12, 2011, the miner became a public company and was listed on the main board of IDX. Through the Initial Public Offering (IPO), the unit of Sinar Mas Groupwas able to collect funds amounting to Rp2.21 trillion.

In that IPO, GMR Coal Resources, which is a subsidiary of GMR Group, a leading infrastructure business group in India, became the company strategic investor by having 30 percent shares from the total issued and paid-up capital by company.

On April 20, 2015, a power producer, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX: DSSA) has transferred 66.9998 percent of its share to Golden Energy and Resources Limited, a company domiciled in Singapore. The company engaged in the exploration, mining, and marketing of coal and owns forestry concession rights in South Kalimantan.

Tahun lalu, unit dari Sinar Mas Group ini membukukan laba bersih sebesar AS$65,41 juta atau ambles 34 persen dari tahun sebelumnya $98,77 juta.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com