PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp2,11 triliun - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp2,11 triliun. Bersamaan, perseroan juga menerbitkan SUKUK seniliai Rp346 miliar.

Penerbitan ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan SMF dengan nilai total Rp19 triliun. Hingga saat ini, perusahaan sudah menerbitkan obligasi Tahap I pada senilai Rp2 triliun dan Tahap II Rp 2,202 triliun pada tahun 2019 dengan kupon bunga tetap. Tahun ini, SMF telah menerbitkan obligasi Tahap III sebesar Rp 4 triliun.

Berdasarkan prospektus yang dirilis SMF hari ini (9/7), untuk Seri A, jumlah kokok yang ditawarkan Rp1.68 triliun dengan tingkat bunga 6,75 persen per tahun dan berjangka waktu 370 sejak tanggal emisi. Lalu Seri B memiliki nilai pokok Rp424 miliar dengan tingkat bunga 8,10 persen per tahun dan meiliki tenor lima tahun sejak tanggal emisi.

Adapun SUKUK Mudharabah dengan nilai Rp346 miliar adalah bagian dari penerbitan berkelanjutan dengan total nilai penerbitan Rp2 triliun. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi syariah Rp100 miliar.

SUKUK tersebut ditawarkan oleh SMF dengan nisbah sebesar 92,28 persent dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi sebesar ekuivalen 6,75 persen per tahun. Jangka waktu Sukuk Mudharabah adalah 370 Hari Kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Dalam rangka penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia yakni idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah).

SMF telah menunjuk penjamin pelaksana emisi untuk aksi korporasi ini yakni PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Adapun wali amanat yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Hingga kuartal I 2020, lembaga keuangan ini telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp4.14 triliun. Perusahaan milik negara ini didirikan pada 22 Juli 2005 ketika pemerintah tengah mengupayakan adanya perusahaan yang bertugas memberikan pembiayaan sekunder ke sektor perumahan.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com