Home TISIndonesia Pemegang Obligasi Modernland Setujui Restrukturisasi Hutang

Pemegang Obligasi Modernland Setujui Restrukturisasi Hutang

Pemegang obligasi PT Modernland Realty Tbk (IDX: MDLN) menyetujui usulan restrukturisasi hutang perusahaan dengan jumlah pokok Rp150 miliar - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Pemegang obligasi PT Modernland Realty Tbk (IDX: MDLN) menyetujui usulan restrukturisasi hutang perusahaan dengan jumlah pokok Rp150 miliar. Persetujuan didapatkan pada 14 Juli lalu seperti disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/7).

Skema restrukturisasi hutang yang disetujui adalah perubahan suku bunga dari semula 12.5 persen menjadi 10 persen per tahun serta tanggal jatuh tempo menjadi tanggal 7 Juni 2021 dari awalnya 7 Juli 2020. Selain itu, perubahan nilai jaminan naik menjadi 200 persen dari jumlah pokok obligasi dengan penambahan jaminan atas bidang-bidang tanah milik perseroan yang berlokasi di Kota Modern, Tangerang, Banten.

Terkait dengan permasalahan perusahaan, Moody’s Investor Service sudah menurunkan peringkat Modernland Realty dari sebelumnya BBB menjadi Caa1 atau memiliki risiko kredit tinggi. Agensi tersebut juga menurunkan peringkat surat utang senior yang diterbitkan Moderland Overseas Pte. Ltd., dan JGC Ventures Pte. Ltd., menjadi Caa1 dari sebelumnya BBB.

Sejak 7 Juli lalu, saham Modernland telah disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia. Diketahui bahwa perusahaan menunda pembayaran pokok obligasi yang jatuh tempo pada pada tanggal tersebut, yang menimbulkan keraguan tentang kelangsungan bisnis perusahaan. Regulator memutuskan untuk menangguhkan perdagangan saham dan obligasi pengembang di semua pasar mulai besok sampai pengumuman lebih lanjut.

Menurut Moody’s, kecuali Modernland mampu mendapatkan pendanaan eksternal, perusahaan tidak akan memiliki dana yang cukup untuk membayar kembali obligasi yang jatuh tempo dan memenuhi pembayaran bunga sekitar Rp250 miliar setiap setengah tahun pada obligasi asing senilai AS$150 juta dengan kupon 10,75 persen yang akan jatuh tempo pada Agustus 2021 dan $240 juta memiliki kupon 6,95 persen jatuh tempo pada April 2024.

Jika masalah ini tidak diatasi dalam periode tersebut akan menyebabkan terjadinya gagal bayar berdasarkan perjanjian obligasi Dolar AS-nya. Lembaga tersebut mengatakan, peringkat Modernland dapat diturunkan lebih lanjut jika terjadi gagal bayar, termasuk restrukturisasi hutang formal, Moody’s memperkirakan bahwa kerugian bagi kreditor perusahaan akan lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh peringkat Ca.

Perusahaan pengembang ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun dan memiliki profil proyek khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Tiga proyek perseroan yang paling substansial adalah Kota Modern, Modern Hill, dan Modern Park. Kota Modern didirikan pada 1986 di Kota Tangerang dan menjadi proyek perumahan oerseroan yang pertama.

Proyek yang dikembangkan saat ini adalah Jakarta Garden City dengan luas 270 hektar. Proyek tersebut sedang dikembangkan oleh perusahaan melalui pembentukan perusahaan patungan dengan Keppel Land Ltd., Singapura, sebagai eco-township terpadu di Cakung Kecamatan, Jakarta Timur.

Ditulis oleh Staff Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com