Statistic Indonesia has agenda to release August' inflation data - Photo: Special

JAKARTA (TheInsiderStories) – Statistic Indonesia melaporkan tingkat inflasi sebesar 0,18 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,06 pada bulan Juni didorong oleh dan harga transportasi, kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Ini membawa inflasi sejak awal tahun hingga Juni menjadi 1,0 persen dan inflasi tahunan mencapai 1,96 persen dibandingkan tahun lalu.

“Pada Juni karena peningkatan ras ayam dan telur dan sedikit kontribusi dari transportasi darat,” kata Kepada BPS< Suhariyanto dalam konferensi pers virtual pada Rabu (1/7).

Ia menambahkan, komponen inti pada Juni 2020 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Tingkat inflasi untuk komponen tahun kalender inti (Januari – Juni) 2020 adalah 0,86 persen dan tingkat inflasi untuk komponen inti tahun-ke-tahun adalah 2,26 persen.

Dia menjelaskan, dari 90 kota, 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 1,33 persen dengan IHK 104,80 dan terendah di Makassar 0,01 persen dengan IHK 105,51. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 0,34 persen dengan IHK 105,43 dan terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,02 persen dengan IHK 105,38.

Inflasi terjadi karena kenaikan harga di sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,47 persen. Kelompok sandang dan alas kaki 0,02 persen. Kelompok kesehatan 0,13 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,41 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,13 persen. Dan kelompok pasokan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,28 persen.

Kelompok pengeluaran mengalami deflasi, seperti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen. Peralatan rumah tangga, peralatan dan pemeliharaan rutin sebesar 0,03 persen. Layanan informasi, komunikasi dan keuangan sebesar 0,06 persen. Dan perawatan pribadi dan layanan lainnya sebesar 0,08 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang tidak berubah, yaitu kelompok pendidikan.

Mengomentari Pembatasan Sosial Berskala Besar, Suhariyanto menyatakan, telah terjadi peningkatan kegiatan masyarakat sejak berkurangnya terutama di pusat-pusat perbelanjaan. Tetapi untuk kembali normal mungkin akan membutuhkan waktu.

Ditulis oleh Staf Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com