Manajemen PT Bank Mayapada Internasional Tbk (IDX: MAYA) menyatakan Cathay Financial Holding akan memperbesar porsi kepemilikannya di bank yang dibangun oleh taipan Dato’ Sri Tahir ini - Photo oleh Perusahaan

JAKARTA (TheInsiderStories) – Manajemen PT Bank Mayapada Internasional Tbk (IDX: MAYA) menyatakan Cathay Financial Holding akan memperbesar porsi kepemilikannya di bank yang dibangun oleh taipan Dato’ Sri Tahir ini. Perusahaan keuangan asal Taiwan ini melalui anak usahanya, Cathay Life Insurance Co. Ltd., sudah menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi saham di atas 25 persen dan berniat meningkatkannya di atas 40 persen.

“Cathay berminat memperbesar porsi saham di Bank Mayapda dan prosesnya sudah masuk tahap final. Belum ada pembicaraan konkret mengenai posisi mengenai jumlah saham dan sebagainya,” kata Direktur Utama bank tersebut, Hariyono Tjahjarijadi kepada beberapa media lokal, kemarin (16/7).

Mengacu data laporan keuangan per Maret 2020, pemegang saham Bank Mayapada adalah Cathay Life Insurance 37,33 persen, PT Mayapada Karunia 22,03 persen, Galasco Investment Ltd., 12,67 persen, Unity Rise Ltd., 7,31 persen, PT Mayapada Kasih 3,21 persen, Tahir 4,56 persen, dan publik 7,21 persen.

Bank tersebut memang berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Besaran saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyak 2,27 miliar saham Seri B atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam prospektus yang diterbitkan Juni 10, manajemen Bank Mayapada mengatakan rencana penambahan modal tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan sehingga menambah kemampuan meningkatkan kegiatan usaha, serta mendorong kinerja dan daya saing.

Rights issue ini akan dilakukan setelah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuanga. Sebelumnya, regulator pasar keuangan ini menyampaikan kepada media massa bahwa proses uji tuntas diharapkan bisa rampung pada pekan ini.

Seluruh dana rights issue setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam meningkatkan aset produktif dalam bentuk kredit. Hanya saja Bank Mayapada belum menetapkan target pelaksanaan harga rights issue tersebut.

Tahir telah menyuntikkan modal secara tunai dengan total Rp 1 triliun. Lebih rinci, suntikan modal Rp252,087 miliar pada 28 April dan Rp 750 miliar pada 1 Juli 2020.

“Penempatan dana tersebut memperkuat aspek permodalan dan merupakan bagian dari rencana tahapan perseroan untuk melakukan penawaran umum terbatas XIII tahun 2020 sebesar total Rp4,5 triliun,” tulis manajemen ke bursa.

Bank Mayapada dibentuk pada 7 September 1989 di Jakarta dan kemudian mulai beroperasi secara komersial pada 16 Maret 1990. Sejak 23 Maret 1990, perusahaan resmi menjadi bank umum, yang diikuti perolehan izin dari Bank Indonesia sebagai bank devisa pada tahun 1993. Pada tahun 1995 bank berubah nama menjadi Bank Mayapada Internasional dan pada tahun 1997 mengambil inisiatif untuk go public.

Ditulis oleh Staff Editor, Email: theinsiderstories@gmail.com