
JAKARTA (TheInsiderStories) - Weyland Tech, Inc. (OTCQX: WEYL), penyedia global solusi eCommerce, mCommerce dan teknologi keuangan, telah bermitra dengan perusahaan internet konsumen global untuk menawarkan layanan pengiriman makanan dan bahan makanan AtozGo di Jakarta, kata perusahaan kemarin (07/08).
Akses ke aplikasi layanan pengiriman akan diintegrasikan ke dalam aplikasi e-wallet seluler mitra, memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi pesanan AtozGo dalam platform. Perusahaan mengatakan, melalui integrasi ini, layanan akan mendapatkan akses ke ratusan ribu pedagang dan jutaan pengguna yang sudah ada di platform mitra.
Aplikasi seluler AtozGo juga akan diperbarui untuk memasukkan opsi baru untuk membayar pengiriman dengan menggunakan teknologi seluler. Integrasi timbal balik ini sudah berlangsung dan diharapkan akan selesai pada bulan Agustus.
“Kami juga melihat potensi untuk memperluas AtozGo ke daerah perkotaan lain di mana mitra kami memiliki basis pengguna yang besar,” kata Djunaedy Hermawanto, CEO PT Weyland Indonesia Perkasa yang mengoperasikan AtozGo dalam keterangan resminya kemarin.
Sebuah survei online terbaru yang dilakukan oleh M2insights pada Januari 2020 menunjukkan bahwa mitra baru Weyland menawarkan salah satu dari lima e-wallet teratas di Indonesia, dengan hampir 40 persen responden saat ini menggunakan untuk mentransfer dana dan melakukan pembayaran elektronik.
Dikatakan, pengiriman ke perumahan Jakarta kini telah melebihi 800 per hari, naik dari sebelumnya 500 per hari sebagaimana dilaporkan beberapa minggu lalu, dengan pesanan dihasilkan lebih dari 2.300 pengguna perumahan terdaftar.
Sekarang, layanan ini juga menarik lebih dari 1.000 orang pengiriman, naik dari 680 pengiriman pada bulan Maret. Pedagang yang bergabung dengan AtozGo sekarang berjumlah 35.000, naik 9.000 hanya dalam beberapa minggu terakhir.
“Mengingat faktor-faktor positif ini, kami berharap kemitraan baru ini mendorong percepatan besar-besaran dalam bisnis AtozGo yang telah tumbuh kuat,” tambah Hermawanto. “Kami berharap ini juga meningkatkan profil kami di industri dan memposisikan kami untuk menarik kemitraan kunci lainnya.”
Weyland Tech beroperasi di tiga benua dan 10 negara, termasuk beberapa pasar negara berkembang dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Tahun lalu, penyedia telah mengakuisisi 31 persen kepemilikan di Weyland Indonesia.
Platform pembayaran seluler AtozPay melayani pasar m-commerce dan pembayaran elektronik yang sedang berkembang di Indonesia, negara dengan populasi terpadat keempat di dunia. Sejauh ini, AtozPay telah menarik beberapa kemitraan besar yang memungkinkan pembayaran mobile untuk barang dan jasa.
AtozPay baru-baru ini mengumumkan akan bergabung dengan Grab, sebuah platform mobile online-to-offline di Asia Tenggara, untuk mempromosikan layanan pengiriman makanan jarak pendek AtozGo baru di Jakarta. Grab mendukung kampanye pemasaran bersama AtozGo baru yang menargetkan perusahaan makanan dan pengguna ponsel di daerah-daerah tertentu di Jakarta.
Awal tahun 2019, Weyland Tech telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia untuk lisensi uang elektronik online co-branded-nya. Penyedia global aplikasi bisnis seluler telah membentuk kemitraan strategis dengan layanan telekomunikasi Indonesia dan penyedia pembayaran tagihan, PT Finnet Indonesia. Kedua belah pihak telah mendesah kemitraan pada Agustus 2018.
Finnet yang didirikan pada tahun 2005, adalah 60 persen dimiliki oleh penyedia telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM), penyedia layanan telekomunikasi terbesar di negara ini. Saat ini, penyedia adalah penyedia sambungan telepon tidak bergerak terbesar dengan lebih dari 10 juta rumah tangga dan bisnis sebagai klien mereka.
Pada Agustus 2018, Weyland menandatangani perjanjian dengan Finnet untuk menyediakan layanan berbasis kode QR untuk pelanggan bermerek Weyland ‘AtoZPay dan pelanggan Finnet. Selain itu, keduanya telah mengajukan permohonan ke bank sentral untuk mendapatkan lisensi bagi layanan berbasis kode QR untuk pelanggan yang hanya dimiliki oleh 34 bank besar dan perusahaan layanan telekomunikasi.
Lisensi ini disetujui pada 18 Januari 2019 dan diluncurkan mulai 15 Februari 2019. Weyland menargetkan Volume Transaksi Bruto AS$ 100 juta (Rp6.99 trillion) pada tahun 2020. Penawaran dan transaksi publik perdana baru-baru ini, termasuk akuisisi Kudo oleh Grab Pay untuk $ 100 juta, nilai perusahaan eWallet setinggi 2,4X hingga 4X GTV.
AS$1: Rp14,300
Ditulis oleh Staf Editorial, Email: theinsiderstories@gmail.com





